Ajay Sebut Harus Ada Pembatasan Teknologi bagi Anak

Ajay Sebut Harus Ada Pembatasan Teknologi bagi Anak

Ajay Sebut Harus Ada Pembatasan Teknologi bagi Anak

Ajay Sebut Harus Ada Pembatasan Teknologi bagi Anak
Ajay Sebut Harus Ada Pembatasan Teknologi bagi Anak

Pada era industri 4.0 ini, informasi bisa diakses tanpa batas. Namun, pesatnya perkembangan teknologi itu bisa saja membawa dampak buruk bagi anak usia dini.

Hal itu disampaikan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhmad Priatna dalam acara Gebyar

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cimahi di Gedung Technorpark Cimahi, Jalan Raya Baros, Kamis (20/6/2019).

“Dampak kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat, baik buruknya sangat terasa. Tidak sedikit hal yang dapat memunculkan keresahan pada kita semua yang ditimbulkan melalui pengaruh HP,” ujarnya.

Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan Kota Cimahi, jumlah satuan PAUD

di Kota Cimahi mencapai 387. Rinciannya, Taman Kanak-kanak (TK) 111 unit, Raudhatul Athfal (RA) 72 unit, Kelompok Bermain (KB) 140 unit, Taman Penitipan Anak (TPA) 6 unit dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) sebanyak 110 unit.

Untuk itu, ia meminta para guru, tenaga pendidik dan orang orang tua proaktif mengawasi anak usia dini. Sebab teknologi saat ini sangat meresahkan. Ditambah lagi pengaruh lingkungan.

Ditegaskan Ajay, keberadaan kelompok PAUD itu sangat penting untuk melakukan bimbingan dan pendampingan terhadap anak usia dini. Artinya, keberadaan guru dan pendamping di seluruh PAUD harus bisa memberikan pemahaman dan perhatian kepada anak agar tidak terpengaruh ke dalam hal negatif akibat pengaruh lingkungan dan teknologi.

“Dengan jaringan internetnya yang setiap saat dibawa oleh putra-putri kita,

dengan sangat mudahnya mengakses apapun yang ada, tidak terkontrol, itu jelas akan meresahkan,” ujar Ajay.

Untuk memicu semangat tenaga pendidik dalam mengawasi anak usia dini, lanjut Ajay, pihaknya pun melaksanakan Gebyar PAUD yang disatukan dengan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Dikatakannya, acara ini ditujukan untuk memacu para tenaga pendidik untuk meningkatkan kompetensi pembelajaran dan peran dalam mengontrok anak usia dini.

 

Sumber :

http://journals.sbmu.ac.ir/en-iranjem/comment/view/18002/0/64679