Alat Thaharah 

Alat Thaharah

Alat utama untuk membersihkan hadis dan najis ialah air menurut hukumnya air terdiri dari empat macam.
a. Air mutlak, yaitu air suci dan menyucikan, artinya dapat dipakai bersuci, yakni air yang turun dari langit atau keluar dari bumi, seperti air hujan, air laut, air danau, air sungai, air kolam (empang), air sumur, air es (yang telah mencair), air embun.
Firman Allah Swt (Q.S Al-Anfal : 11)
إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَى قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الأقْدَامَ
“Diturunkan-Nya untukmu air dari langit supaya kamu bersuci dengannya”
Semua jenis air tersebut diatas tetap suci dan menyucikan kendatipun telah berubah sifatnya (warna, rasa dan baunya) dalam arti bahwa perubahan itu terjadi karena.
1) Keadaan dasarnya misalnya, air mengalir atau tergenang dibatu belerang.
2) Lamanya tergenang, seperti air kolam
3) Adanya binatang air, tumbuh-tumbuhan atau kejatuhan daun-daunan.
b. Air makruh yaitu air suci tapi makruh digunakan utnuk menyucikan badan seperti air yang terjemur dipanas matahari didalam bejana atau wadah berkarat.
c. Air suci tapi tidak menyucikan, maksudnya, sifat zat airnya sendiri suci tetapi tidak sah dipakai untuk menyucikan sesuatu.

1) Air yang telah tercampur dengan zat suci lain.

2) Air yang kurang dari 2 kullah
3) Air buah-buahan/ pepohohan.
d. Air benajis (mutanajis) yaitu air bercampur atau terkena najis.
Ada 2 kategori.:
1) Air yang berubah salah satu sifatnya karena najis.
2) Air yang belum berubah salah satu sifatnya. Bila jumlahnya kurang dari dua kullah tidak sah digunakan untuk bersuci.
Sabda Rasulullah Saw :
اَلْمَاءُ لاَ يُنَجِسُهُ شَيْءٌ اِلاَّ مَا غَلَبَ طَعْمِهِ اَوْلَوْنِهِ اَوْرِيْحَهِ
“Air itu tidak menajdi najis kecuali jika berubah rasanya atau warnanya atau baunya” (R. Ibnu Majah & Baihaqi)
1.1.3 Hadas dan Najis
a. Hadas
Ialah keadaan yang menyebabkan seseorang wajib bersuci untuk sahnya melakukan ibadah tertentu seperti shalat. Hadas terbagi 2 yaitu hadas besar dan hadas kecil.
Dikatakan hadas besar apabila ia telah melakukan atau mengalami salah satu diantara hal-hal berikut :
1) Keluar mani
2) Bersetubuh
3) Haid
4) Melahirkan anak
5) Nifas
Dikatakan hadas kecil karena
1) Kencing, berak, kentut atau keluar sesuatu yang lain dari lubang kemaluan atau dubur.
2) Hilang akal karena mabuk, pingsan, tidur atau gila.
3) Menyentuh alat kemaluan atau lubang dubur.
4) Bersentuhan kulit antara pria dan wanita yang bukan mukhrim.
baca juga :