Penulisan Hadits Pada Masa Sahabat dan Tabiin

Penulisan Hadits Pada Masa Sahabat dan Tabiin

Agama

Penulisan Hadits Pada Masa Sahabat dan Tabiin Meskipun ada riwayat yang berasal dari Rasul SAW yang membolehkan untuk menuliskan Hadits, dan terjadinya kegiatan penulisan Hadits pada masa Rasul SAW bagi mereka yang diberi kelonggaran oleh Rasul SAW untuk melakukannya, namun para Sahabat, pada umumnya menahan diri dari melakukan penulisan Hadits di masa pemerintahan Khulafa’ al-Rasyidin.

Penyebaran Periwayatan Hadits

Penyebaran Periwayatan Hadits

Agama

Penyebaran Periwayatan Hadits Kufah Setelah Irak ditaklukkan pada masa Khalifah Umar ibn al-Khaththab, di kota Kufah tinggal sejumlah besar Sahabat, di antaranya ‘Ali ibn Abi Thalib, Sa’ad ibn Abi Waqqash, Sa’id ibn Zaid ibn ‘Amr ibn Nufail, ‘Abd Allah ibn Mas’ud, dan lain-lain. Ibn Mas’ud mempunyai peranan yang penting dalam penyebaran ajaran Islam, termasuk Hadits,

Kisah Khalifah Mu'tashim

Kisah Khalifah Mu’tashim

Agama

Kisah Khalifah Mu’tashim Khalifah al-Mu`tashim Teladan Heroik Pembela Rakyat Dahulu, di masa keemasan Islam, ada seorang teladan abadi sepanjang masa. Dia adalah khalifah al-Mu’tasim, khalifah Bani Abbasiyah (833-842 Masehi). Kisah heroik Al-Mu’tashim Kisah heroik Al-Mu’tashim dicatat dengan tinta emas sejarah Islam dalam kitab al-Kamil fi al-Tarikh karya Ibn Al-Athir. Peristiwa bersejarah tersebut terjadi pada tahun

Kisah Ulama Bernama Fudhail Bin Iyadh

Kisah Ulama Bernama Fudhail Bin Iyadh

Agama

Kisah Ulama Bernama Fudhail Bin Iyadh Fudhail Bin Iyadh Ada seorang ulama besar di jaman khalifah Harun al rasyid yang bernama Fudhail bin iyadh yang karya karya nya bisa kita nikmati hingga saat ini. Padahal Beliau sebelum nya adalah perampok yang amat disegani Namun hati Beliau luluh dan ber taubat ketika hendak berbuat jahat mendengar

Penjelasan Tentang Thoharoh

Penjelasan Tentang Thoharoh

Agama

Penjelasan Tentang Thoharoh Thoharoh Thoharoh itu artinya bersih dan suci. Sedangkan para ulama biasa memaknai thoharoh dalam bahasan fikih dengan menghilangkan sesuatu yang melekat pada badan yang kotoran tersebut menyebabkan tidak boleh melaksanakan shalat. Thoharoh terbagi dua Thoharoh atau bersuci dibagi menjadi dua macam: Thoharoh hissi, yaitu membersihkan badan dari kotoran yang kotoran itu menyebabkan

Sejarah Kisah Poligami Nabi Muhammad SAW

Sejarah Kisah Poligami Nabi Muhammad SAW

Agama

Sejarah Kisah Poligami Nabi Muhammad SAW Seperti yang tercatat dalam sejarahnya Nabi Muhammad SAW dalam hidupnya pernah memiliki 9 orang istri bahkan ada yang beranggapan 12 orang. Banyak orang yang anti islam beranggapan apa yang dilakukan oleh Rasulullah ini adalah pelecehan terhadap hak-hak wanita. Namun yang perlu kita ketahui, bahwasannya ada hikmah agung yang tersimpan

Pengertian Asbabun Nuzul dan Cara Mengetahuinya

Pengertian Asbabun Nuzul dan Cara Mengetahuinya

Agama

Pengertian Asbabun Nuzul dan Cara Mengetahuinya Pengertian asbabun nuzul A. Pengertian Kebahasaan Asbab Al Nuzul Dilihat dari segi bahasa, kata Nuzul berarti turunnya sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, seperti kalimat “ Nazala fulanu minal jibali” ( seseorang turun dari ayas gunung”). Bentuk tansirifnya yaitu” nazala ” berarti menggerakkan sesuatu dari tempat

ISLAM BUKAN AGAMA KEKERASAN

ISLAM BUKAN AGAMA KEKERASAN

Agama

ISLAM BUKAN AGAMA KEKERASAN LEMAH LEMBUT Lemah-lembut dalam tutur kata, lemah-lembut dalam canda, serta lemah-lembut dalam tingkah-laku ternyata merupakan salah satu keteladanan yang paling menonjol dalam diri Rasulullah Saw. Dan saat ini, dalam keseharian kita, baik dalam lingkup kehidupan sosial yang paling kecil hingga yang paling besar; betapa kita menghajatkan keteladanan ini demi terus menjaga

Pengertian Iman, Posisi Kedudukan Iman dan Islam Beserta Korelasi Antara Keduanya

Agama

Pengertian Iman, Posisi Kedudukan Iman dan Islam Beserta Korelasi Antara Keduanya PENGERTIAN IMAN Iman secara etimologis berasal dari kata aamana – yu’minu berarti tasdiq yaitu membenarkan mempercayai. Dan menurut istilah Iman ialah membenarkan dengan hati diucapkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan. Imam Ahmad bin Hanbal mendefinisikannya dengan “Qaulun wa amalun wa niyyatun wa