Definisi Ketimpangan Sosial

Definisi Ketimpangan Sosial

  Ketimpangan sosial adalah bentuk-bentuk ketidak-adilan yang terjadi pada proses pembangunan. Ketimpangan sosial sering dipandang sebagai dampak residual dari proses pertumbuhan ekonomi, sedangkan ketimpangan sosial ekonomi adalah ketidakseimbangan diantara masyarakat dalam sektor ekonomi. Ketimpangan atau kesenjangan mengacu pada persebaran ukuran ekonomi antar individu masyarakat, antar kelompok masyarakat, dan bisa juga antarnegara. kekayaan, pendapatan, dan konsumsi adalah indikator untuk mengukur ketimpangan sosial ekonomi.     Sementara itu, masalah ketimpangan sosial ekonomi biasanya berkutat pada masalah kesetaraan ekonomi, kesetaraan pengeluaran, dan kesetaraan kesempatan, seperti ketimpangan sosial lainnya, ketimpangan sosial ekonomi juga termasuk ke dalam masalah sosial. Sebab, ketimpangan ini mengakibatkan kerugian kepada setiap lapisan masyarakat yang ada di suatu negara, termasuk Indonesia.

  Menurut Andrian of Chaniago, ketimpangan sosial adalah buah dari pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, dimana pemerintah cenderung mementingkan aspek ekonomi dalam pembangunan dibanding dengan aspek sosial. Ketimpangan sosial dianggap sebagai masalah sosial masalah ini dialami dan dirasakan seluruh aspek masyarakat, dimana ketimpangan sosial ini terbentuk oleh ketidakadilan.

2.2 Faktor penyebab Ketimpangan Sosial Ekonomi

Secara umum, ketimpangan sosial, khususnya ekonomi dipengarhi oleh dua faktor, yaitu:

  1. Faktor Internal: faktor ketimpangan sosial ini ada di dalam diri masyarakat, tertama menyangkut kualitas yang ada di dalam diri, seperti tingkat pendidikan, kecerdasan, kesehatan, dan lain sebagainya.
  2. Faktor Eksternal: faktor ketimpangan sosial ini berada di luar diri seseorang. Faktor ini muncul dari kebijakan atau birokrasi pemerintah yang mengekang atau mengucilkan satu pihak tertentu. Faktor eksternal bisa menimbulkan kemiskinan struktural.

Ketimpangan sosial ekonomi dapat terjadi karena beberapa faktor. Berikut ini beberapa faktor penyebab terjadinya ketimpangan sosial ekonomi yang ada di Indonesia:

1)      Kebijakan Pemerintah yang Tidak Adil

Kebijakan pemerintah yang tidak adil menyebabkan sejumlah ketimpangan sosial ekonomi. Salah satu bentuk kebijakan pemerintah yang menyebabkan ketimpangan sosial ekonomi adalah kebijakan pembangunan negara. Dalam masalah pembangunan, pemerintah seringkali terlalu fokus membangun daerah perkotaan atau beberapa pulau besar seperti Jawa dan Sumatera. Hal ini dikarenakan pemerintah masih menganggap daerah-daerah tersebut berpotensi sangat tinggi dan dapat menghasilkan pemasukan yang tinggi bagi negara. Selain itu, ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola pulau-pulau Indonesia yang banyak membuat mereka lebih fokus mengurus perkotaan atau pulau-pulau besar di Indonesia.

Ini mengakibatkan ketimpangan sosial ekonomi antara daerah perkotaan dengan daerah terpencil. Daerah perkotaan atau pulau besar yang mengalami pembangunan pesat akan memperoleh fasilitas memadai, pendapatan yang tinggi, serta kesejahteraan penduduk yang lebih baik. Ini berbeda dengan daerah terpencil yang kondisinya tertinggal dan membuat fasilitas yang didapat tidak memadai, pendapatan daerah yang rendah, serta kesejahteraan penduduk yang memprihatinkan. Kemiskinan akan dapat dijumpai di daerah terpencil. Bila dibiarkan, maka akan terjadi kecemburuan sosial antara daerah terpencil dengan daerah yang lebih maju.

sumber ;

https://icanhasmotivation.com/cara-beli-mobil-bekas-online/