Implementasi Pendekatan Direktif

Implementasi Pendekatan Direktif

Penerapan atau implementasi pendekatan direktif dalam melaksanakan supervisi pengajaran sebagai berikut menurut Darsono (2016:354): Pertama, pada saat pertemuan awal, supevisor mengklarifikasi masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dan barangkali sambil bertanya kepada guru yang bersangkutan untuk melakukan konfirmasi dan revisi seperlunya. Selain itu pada saat ini, supervisor mempresentasikan ide-idenya mengenai informasi atau data apa saja yang harus dikumpulkan. Kedua, dilanjutkan dengan observasi kelas. Di sini peran supervisor adalah sebagai pengamat untuk mengetahui kondisi sebenarnya dan bagaimana seharusnya dipecahkan. Ketiga, pada pertemuan balikan, setelah data dikumpulkan dan dianalisis, supervisor menegaskan dan mendemonstrasikan tindakan-tindakan pengajaran yang mungkin bisa dilakukan oleh guru. Pada saat ini pula, supervisor standar pencapaian serta penguatan baik dalam bentuk insentif material maupun sosial.
Demikianlah implementasi supervisi direktif, ada lima perilaku supervisor yang akan sangat menonjol dalam orientasi ini, yaitu: 1) Mengklarifikasi masalah-masalah guru, baik melalui pertemun awal maupun observasi kelas; 2) mempresentasikan ide-ide pemecahan masalah; 3) mendemonstrasikan, sebagai contoh, ide-ide pemecahan masalah yang harus dilakukan oleh guru, sebagai tugas guru; 4) menetapkan standar pelaksanaan tugas pemecahan masalah; 5) memberikan reinforcement kepada guru agar ia melaksanakan tugas yang diberikan.
baca juga :