Implikasi dan Kaedah-Kaedahnya

Implikasi dan Kaedah-Kaedahnya

Implikasi dan Kaedah-Kaedahnya

الاصل بقاء ماكان على ماكان حتى يثبت ما يفيره

”pada asalnya segala sesuatu itu tetap (hukumnya) berdasarkan ketentuan yang telah ada   sehingga ada dalil yang merubahnya.”

 الاصل في الاشياء الا باحة

“pada asalnya hukum segala sesuatu itu boleh.”

 الاصل في الانسان البراءة

“manusia pada asalnya adalah bebas dari beban.”

 بالشك ولايزول الابيقين مثله ما ثبت باليقين لايزول

“apa yang telah ditetapkan dengan yakin, maka ia tidak bisa gugur karena keragu-raguan. Ia tidak bisa gugur kecuali dengan yakin juga.”[11]

  1. Relevansi Istishab dengan UU Positif terhadap Perkembangan Masyarakat  Zaman Sekarang

            Istishab dipergunakan dalam UU Pidana sebagai landasan, karena segala sesuatu dipandang mubah sebelum ada ketentuan tegas yang menetapakan keharamannya, dan kebanyakan dari hukum UU Perdata pun demikian. Dalam istishab pada dasarnya seseorang itu dinyatakan tidak bersalah sampai ada bukti secara meyakinkan bahwa orang tersebut bersalah. Prinsip ini di dalam hukum positif Indonesia khususnya dikenal dengan istilah praduga tak bersalah.[12]

sumber :
https://whypoll.org/seva-mobil-bekas/