Jatuh Cinta pada Seni Teater

Jatuh Cinta pada Seni Teater

Jatuh Cinta pada Seni Teater

Jatuh Cinta pada Seni Teater
Jatuh Cinta pada Seni Teater

Jatuh cinta pada seni teater membawa Sri Heny Fitriyani menekuni bidang teater dengan sepenuh hati. Dari hobinya ini Sri berhasil menjadi juara 1 lomba teater monolog dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional  Sekolah Menengah Atas (FLS2N SMA) Tingkat Nasional  2018 di Banda Aceh. Sri berhasil mendapatkan mendali emas dan mengharumkan nama Jawa Barat di tingkat Nasional.

Sri mengatakan, dirinya sudah jatuh cinta dengan seni teater semenjak SMP.

Sri senang menjadi pemeran utama dalam teater-teater yang ada di sekolahnya dulu. Apalagi, setelah masuk ke SMA Negeri 1 Lembang, ia lebih mendalami bidang teater dengan bergabung bersama Saung Sastra Lembang yang merupakan salah satu eskul di sekolahnya.

“Di Saung Sastra bertemu dengen temen-teman yang sudah jago. Aku ngandelin tekat dan emang sudah jatuh cinta.  Suka ikutan pementasan pribadi juga yang diadakan Saung Sastra. Sampai akhirnya aku diberi amanah untuk mewakili sekolah dalam FLS2N,” ujar Sri.

Kisah yang dipilih oleh Sri dalam FLS2N adalah Ruhulel (Leluhur) karya Arrhur S Nalan. A

gar mendapatkan pertunjukan yang maksimal, Sri mencari referensi teater monolog dari berbagai sumber.

“Belajarnya dengan membaca menganalisis dan mengerti naskah, saat sudah paham isi naskah, langsung bikin adegan. Di sini ada banyak tokoh, aku belajar bgaimana membedakan tokoh lain dengan tokoh satunya,” ujar Sri.

Sri terpilih menjadi peserta teater monolog bukan tanpa sebab. Sang pelatih, Rangga Rahadian Diaguna menjelaskan, Sri merupakan pilihan seluruh anggota eskul. Berkat keaktifannya dan loyalitas terhadap teater, membuat teman-temannya yakin Sri adalah orang yang tepat untuk mewakili sekolah.

“Saya melihat perkembangan dari dia kelas 1. Secara mental, kedisiplinan dan basic dalam bermain teater,” ujar Rangga.

Menurut Rangga, Sri merupakan anak yang setia dan tak pernah absen latihan teater

. Selain itu, Sri merupakan anak cerdas, buktinya ia berhasil mendapatkan rangking 1 di kelasnya.

“Dia yang paling setia, selalu hadir latihan displin dan paling bertanggung jawab. Dilihat dari hal yang sedehana sebenarnya, ia  dewasa, cerdas dan memiliki keinginan kuat. Kalau tidak cerdas pasti akan kesulitan melakukan teater monolog ini,” ujar Rangga menjelaskan.

Bermain teater monolog bukan hal yang mudah. Seorang artis dituntut untuk dapat memerankan beberapa tokoh sekaligus. Akan tetapi, dengan latihan yang sungguh-sungguh, Sri berhasil bermain teater monolog dengan baik.

“Monolog adalah keaktoran paling tinggi. Dan dia mampu, walaupun awalnya susah payah,” ujar Rangga.***

 

Sumber :

https://miralaonline.net/segitiga-bermuda/