Jenis-Jenis kebutuhan dan pemenuhannya

Jenis-Jenis kebutuhan dan pemenuhannya

Kebutuhan dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:

  1. Kebutuhan Primer.

Pada hakikatnya merupakan kebutuhan biologis atau organik dan umumnya merupakan kebutuhan yang didorong oleh motif asli.

Contohnya: Makan, minum, bernapas, dan kehangatan tubuh.

Pada tingkat remaja dan dewasa kebutuhan primer ini dapat bertambah, yaitu kebutuhan seksual.

  1. Kebutuhan Sekunder.

Kebutuhan sekunder umumnya merupakan kebutuhan yang didorong oleh motif yang dipelajari, misanya seperti kebutuhan untuk mengejar pengetahuan, kebutuhan untuk mengikuti pola hidup bermasyarakat, kebutuhan akan hiburan alat transportasi, dan semacamnya.

  1. Kebutuhan remaja, masalah dan konsekuensinya.

Hall (Liebert dkk 1974: 478) memandang bahwa masa remaja ini sebagai masa “storm and stress”. Ia menyatakan bahwa selama masa remaja banyak masalah yang dihadapi karena remaja itu berupaya menemukan jati dirinya dan kebutuhan aktualisasi diri.

Kebutuhan remaja dapat di klasifikasikan menjadi:

  1. Kebutuhan organik, yaitu makan, minum, bernapas, seks;
  2. Kebutuhan emosional, yaitu kebutuhan untuk mendapatkan simpati dan pengakuan dari pihak lain, dikenal dengan n’Aff;
  3. Kebutuhan berprestasi atau need of achievment (yang dikenal dengan n’Ach), yang berkembang karena didorong untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan sekaligus menunjukan kemampuan psikofisis; dan
  4. Kebutuhan untuk mempertahankan diri dan mengembangkan jenis.

Di samping itu remaja membutuhkan pengakuan akan kemampuannya, yang menurut Maslow kebutuhan ini disebut kebutuhan penghargaan. Remaja membutuhkan penghargaan dan pengakuan bahwa mereka telah mampu berdiri sendiri, mampu melaksanakan tugas-tugas seperti yang dilakukan oleh orang dewasa, dan dapat bertanggung jawab atas sikap dan perbuatan yang dikerjakannya.

Masalah dan konsekuensinya

  • Beberapa masalah dihadapi oleh remaja sehubungan dengan kebutuhan-kebutuhannya dapat diuraikan:
  1. Upaya untuk dapat mengubah sikap dan perilaku kekanak-kanakan mejadi sikap yang dewasa.Konsekuensinya, kegagalan dalam mengatasi ketidakpuasan ini dapat mengakibatkan menurunnya harga diri, dan akibat lebih lanjut dapat menjadikan remaja bersikap keras dan agresif atau sebaliknya bersikap tidak percaya diri, pendiam atau kurang harga diri.
  2. Remaja mengalami kesulitan untuk menerima perubahan-perubahan fisiknya. Konsekuensinya, ketidakserasian proporsi tubuh ini sering menimbulkan kejengkelas, karena mereka sulit untuk mendapatkan pakaian yang pantas, juga hal itu tampak pada gerakan atau perilaku yang kelihatannya wagu dan tidak pantas.
  3. Perkembangan fungsi seks pada masa ini daoat menimbulkan kebingungan remaja untuk memahaminya, sehingga sering terjadi salah tingkah dan perilaku yang menentang norma. Konsekuensi yang diderita sering berbentuk pelarian yang bertentangan dengan norma susila dan sosial, seperti homoseksual, lari ke kehidupan ‘hitam’ atau melacur, dan semacamnya.
  4. Masalah penyesuaian emosional seperti perilaku over acting atau lancang, dan semacamnya. Dalam hal ini terjadi ketidakselarasan antara pola hidup masyarakat dan perilaku ang menurut para remaja baik, hal ini dapat berakibat kejengkelan.
  5. Harapan-harapan untuk dapat berdiri sendiri dan untuk hidup mandiri secara sosial ekonomis akan berkaitan dengan berbagai masalah untuk menetapkan pilihan jenis pekerjaan dan jenis pendidikan.
  6. Berbagai norma dan nilai dalam masyarakat merupakan masalah tersendiri bagi remaja, dalam hal ini para remaja menghadapi perbedaan nilai dan norma kehidupan.

 sumber : 

https://situsiphone.com/gb-whatsapp-apk/