Kawasan Konservasi

Kawasan konservasi merupakan salah satu kawasan yang dikelola dan dilindungi dalam rangka pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan. Dalam penetapan status sebuah kawasan konservasi ternyata tidak otamatis berarti habitat dan keanekaragaman yang berada di kawasan tersbut terlindungi dengan baik. Kawasan-kawasan konservasi di seluruh Indonesia memiliki masalah konservasi yaitu dapat mengancap kelestariaanya. Salah satu ancaman terhadap kawasan konservasi berasal dari kegiatan masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidup seperti bahan makanan, pakaian, dan bahan bagunan yang diambil dari dalam kawasan.
Kawasan konservasi mempunyai peran yang sangat besar terhadap perlindungan keanekaragaman hayati. Kawasan konservasi juga merupakan pilar dari hampir semua strategi konservasi nasional dan internasional yang berfungsi sebagai penyedia jasa ekosistem, melindungi spesies yang terancam dan mitigasi perubahan iklim. IUCN pada tahun 1978 mengklasifikasikan kawasan konsenservasi berdasarkan tujuan pengolaannya menjadi 10 kategori kawasan konservasi yang kemudian disempurnalan di tahun 1994 menjadi 6 kategori.
Dalam merujuk kategorisasi kawasan konservasi oleh IUCN pengukuhan kawasan konservasi di Indonesia diatur dalam UU RI No 5 Tahun 1990. Pengukuhan kawasan konservasi di Indonesia merupakan upaya konservasi sumberdaya alam hayati yang dilakukan melalui kegiatan perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan sawat beserta ekosistemnya dan pemanfaatan secara lestari sumber daya alam dan ekosistemnya. Kawasan konservasi di Indonesia meliputi kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam dan taman buru. Kawasan suaka alam meliputi cagar alam dan suaka margasatwa yang berperan penting dalam usaha konservasi sumber daya alam hayati dan penyedia jasa ekositem yang tentunya bermanfaat luas bagi masyarakat.

B. Taman Nasional

Taman Nasional merupakan suatu kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian ilmu pengetahuan, menunjang budidaya, parawisata, dan rekreasi. Taman Nasional adalah salah sau kawasan konservasi yang mangadung aspek pelestarian dan aspek pemanfaatan sehingga kawasan ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ekowisata dan minat khusus. Kedua bentuk parawisata tersubut yaitu ekowisata dan minat khusus, sangat propektif dalam penyelamatan ekosistem hutan (Peraturan Pemerintah RI No. 28 tahun 2011).