Keikhlasan dalam beribadah merupakan buah dari keimanan

Keikhlasan dalam beribadah merupakan buah dari keimanan

Keikhlasan dalam beribadah merupakan buah dari keimanan

Keikhlasan dalam beribadah merupakan buah dari keimanan
Keikhlasan dalam beribadah merupakan buah dari keimanan

Allah memrintahkan kepada orang-orang beriman untuk hidup sebagai orang yang teguh dan ihlas kepada allah.

Seorang manusia akan bersih hatinya apabila jika ia teguh kepada allah SWT.
Mengabdikan diri hanya untuk mendapatkan keridhoan allah SWT dengan menyadari bahwa tidak ada penuhan kecuali kepada Allah SWT apapun terjadi

Sesuai dengan firman allah SWT:

QS. Ali imran : 101

“barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) allah SWT, maka sesungguhnya ia telah di beri petunjuk kepada jalan yang lurus”

Dalam islam ikhlas kepada allah SWT. Berarti berusaha mendapatkan keridhoan allah SWT dan keputusannya tampa mengharapkan keuntungan pribadi lainya.
Dalam beribadah seorang mukmin sejati tidak pernah berusaha untuk mendapatkan kepuasan, penghargaan, perhatian, dan pujian dari siapapun kecuali allah SWT.

Nah, dalam artikel kali ini saya ingin membahas tentang keiklasan dalam beribadah kepada allah SWT dan kedudukan ikhlas.

makna ikhlas

Secara bahasa ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan suatu bersih dan tidak kotor.

Maka dengan orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk allah SWT dengan menyebutnya dan tidak menyekutukannya dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal.

Seorang yang ikhlas ibarat orang yang sedang membersihkan beras dri kerikil-kerikil dan batu-batu kecil disekitar beras.

Maka,beras yang dimasak menjadi nikmat di makan, tetapi jika beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan terasa batu-batu kerikil yang masih tersisa dibaras.

Sebaliknya amal yang dilakukan dengan riya menyebabkan amal tersebut tidak nikmat (tidak diterima), pelakunya akan mudah menyerah dan kecewa apabila tidak mendapatkan pujian dari seseorang

Seperti firman allah SWT:

QS. Al-an’am 162-163

“katakanlah: sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk allah, tuhan semesta alam, tiada sekutu baginya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (muslim)”

Dalam ayat ini menjelaskan tentang:
Menjalankan perintahnya dan menjauhi laranganya
Tidak menyekutukan allah
Membiasakan diri membaca basmallah ketika beraktivitas
Dan beribadah ditujukan hanya kepada allah SWT

kedudukan ikhlas

Ikhlas adalah buah dari intisari dari iman. Seorang tidak dianggap beragama dengan benar jika tidak ikhlas.

Fudhail bin iyadh memahami kata ihsan dalam firman allah surah al-mulk ayat 2 yang berbunyi “liyabluwakum ahsanu amala ( untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya).

Dengan makna akhlasahu (yang paling ikhlas) dan ashwabahu (yang paling benar.

Sesungguhnya jika amal dilakukan dengan ikhlas tetapi dilakukan dengan tidak benar maka tidak akan diterima.

Dan jika amal itu benar dan tidak ikhlas maka tetap tidak diterima juga, jadi amal itu harus benar dan di iringi dengan ikhlas dan dilakukan hanya untuk allah SWT.

Ibnul qoyyim memberikan perumpamaan kepada orang yang tidak ikhlas sebagai berikut:

Bahwa amal tampa keihklasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir, memberatkanya tapi tidak bermanfaat.

Jika ilmu bermanfaat tanpa keikhlsan maka tidakmungkin allah mencela orang-orang munafik.

ciri-ciri orang yang ikhlas

Ciri-ciri orang ikhlas dapat dilihat sebagai berikut:

#senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal, baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian ataupun celaan.

#terjaga dari segala yang diharamkan allah SWT. Baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka

#seorang yang iklas akan merasa senang jika kebaikan teralisasi di tangan saudaranya, sebagaimana dia juga merasa senang jika terlaksana oleh tangannya.

Semoga kita semua tetap dalam naungan keridhoan allah SWT. Semoga kita selalu tetap istiqomah dalam beribadah terutam keikhlasan yang murni.

Semoga artikel yang singkat ini bisa memberikan kita hidayah dan sama-sama introveksi diri sudah ikhlaskan kah kita beribadah.

Baca juga: