Kuota LPG 3 KG Kab.Bandung, 36.666.797 Tabung

Kuota LPG 3 KG Kab.Bandung, 36.666.797 Tabung

Kuota LPG 3 KG Kab.Bandung, 36.666.797 Tabung

Kuota LPG 3 KG Kab.Bandung, 36.666.797 Tabung
Kuota LPG 3 KG Kab.Bandung, 36.666.797 Tabung

 

UNTUK tahun 2014, Kabupaten Bandung memperoleh kuota LPJ

(Liquid Petroleum Gas) 3 kilogram sebanyak 36.666.797 tabung. Kuota sebanyak itu, mengalami kenaikan dibanding tahun 2013 lalu sebesar 33.891.579 tabung. Sementara pada tahun 2012, Kabupaten Bandung hanya memperoleh kuota LPG 3 kilogram sebanyak 31.750.185 tabung.

“Dengan adanya kenaikan kuota itu, saya minta agar seluruh camat segera mengajukan kebutuhan LPG 3 kilogram untuk konsumsi rumah tangga dan usaha” ucap Sekretaris Daerah Kab. Bandung Ir. H. Sofian Nataprawira, MP ketika membuka Sosialisasi Kuota LPG 3 Kilogram di Bale Sawala-Soreang, Rabu (26/2). Turut hadir sejumlah pejabat SKPD, anggota Komisi B DPRD Kab. Bandung, para camat, Polres Bandung serta pejabat dari PT. Pertamina dan Hiswana Migas DPC Bandung Sumedang.

Menurut H. Sofian Nataprawira, Harga Eceran Tertinggi (HET)

LPG 3 kilogram untuk Kabupaten Bandung, sebesar Rp.14.400 ditingkat pangkalan, sementara ditingkat agen seharga Rp. 13.400,-/tabung. “HET ini telah diatur dengan Peraturan Bupati Bandung No. 43 Tahun 2013 tentang harga eceran tertinggi LPG 3 kilogram untuk keperluan rumah tangga dan usaha mikro di wilayah Kabupaten Bandung” kata H. Sofian Nataprawira.

Pada kesempatan itu, Sekda Kabupaten Bandung meminta kepada PT. Hiswana Migas Bandung-Sumedang agar mampu menjamin kelancaran distribusi pasokan LPG dengan harga yang telah disepakati. Sedangkan kepada PT. Pertamina, ia pun meminta agar dapat menjamin ketersediaan LPG 3 kilogram sampai ke rumah tangga sasaran. “Kepada pihak kepolisian pun, kami minta bantuannya agar mampu mengawasi kecurangan-kecurangan yang terjadi dilapangan” tegas H. Sofian Nataprawira.

Penegasan tersebut sengaja disampaikan H. Sofian Nataprawira, karena

berdasarkan pengalaman 7 tahun kebelakang pasca konversi minyak tanah ke LPG untuk rumah tangga dan usaha mikro, masih ada ketidaktepatan sasaran dalam penggunaan LPG 3 kilogram. “Sebagai contoh, ada warga yang berpenghasilan diatas Rp. 1,5 juta per bulan, masih menggunakan LPG 3 kilogram yang seharusnya diperuntukan bagi warga berpenghasilan rendah dan usaha mikro” katanya pula.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kab. Bandung Dra. Hj. Popi Hopipah, M.Si mengakui, Kabupaten Bandung memiliki kuota LPJ 3 kilogram terbesar dibanding 6 kabupaten lainnya, seperti Bandung Barat, Tasikmalaya, Bekasi, Bogor, Ciamis dan Kabupaten Cianjur.

“Jika dilihat dari data yang ada, Kabupaten Tasikmalaya memperoleh kuota terkecil sebesar 4.395.579 tabung, terbesar adalah Kabupaten Bandung disusul Kabupaten Bogor yang mencapai 35.389.692 tabung” kata Hj. Popi Hopipah.

 

Baca Juga :