Langkah-Langkah Supervisi Direktif

Langkah-Langkah Supervisi Direktif

Langkah-Langkah Supervisi Direktif

Pendekatan supervisi pembelajaran direktif adalah cara pendekatan terhadap masalah yang bersifat langsung. Supervisor memberikan arahan langsung, secara tidak langsung pengaruh perilaku supervisor dalam hal ini lebih dominan. Pendekatan direktif seperti ini dapat dilakukan melalui beberapa langkah menurut Aminah (2017:55), yaitu: 1) Menjelaskan; 2) menyajikan; 3) mengarahkan; 4) memberi contoh; 5) menetapkan tolok ukur; 6) dan menguatkan. Uraian dari langkah tersebut sebagai berikut: 1) Menjelaskan, dalam proses ini seorang guru menjelaskan permasalahan yang dihadapinya dalam mengajar kepada supervisor; 2) menyajikan, supervisor memberitahu kekurangan-kekurangan guru dalam mengajar; 3) mengarahkan, supervisor memberikan arahan-arahan terhadap masalah yang dihadapi guru; 4) memberi contoh, bila guru tersebut sulit memahami cara-cara mengatasi masalah, kepala sekolah akan memberikan contoh cara mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi guru; dan 5) menetapkan tolok ukur, supervisor menetapkan tolok ukur atau standar terhadap kemajuan yang dicapai guru. Namun sebelum hal itu dilakukan, ada beberapa langkah dalam pendekatan direktif yaitu: 1) Identifikasi terlebih dahulu data kondisi guru; 2) diagnosis permasalahan inti yang dihadapi guru; dan 3) pemberian terapi oleh supervisor berupa solusi pemecahan masalah.

 

Kelebihan dan Kelemahan Pandangan Supervisi Direktif

Pandangan supervisi direktif pengajaran dalam pelaksanaannya tidak terlepas dari kelebihan dan kelemahan. Adapun kelebihan dari supervisi direktif menurut Aminah (2017:46) ini adalah solusi pemecahan masalah relatif cepat diperoleh oleh guru. Sedangkan untuk kelemahannya yaitu: 1) Guru menjadi pasif; 2) kreativitas guru kurang berkembang; 3) inisiatif bimbingan lebih banyak dari supervisor; dan 4) potensi guru kurang dapat tereksplorasi.
sumber :