Latar Belakang Masalah

   Latar Belakang Masalah

Tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi manusia peserta didik agar menjadi Manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak  mulia, sehat, kreatif, dan menjadi warga nasional Negara yang demokratis serta bertanggung jawab bertitik tolak dari tujuan pendidikan tersebut, manusia Indonesia yang hendak dibentuk melalui proses pendidikan bukan sekedar manusia yang berilmu pengetahuan semata tetapi sekaligus membentuk manusia Indonesia yang berkepribadian sebagai warga Negara Indonesia yang demokrasi dan bertanggung jawab.

Dalam kaitannya dengan pembentukan warga Negara Indonesia yang demokratis dan bertanggung jawab, pendidikan kewarganegaraan (PKn) memiliki peranan yang strategis dalam membentuk sikap dan perilaku siswa di sekolah maupun masyarakat dalam keseharian sehingga diharapkan setiap individu mampu menunjukan  perilaku yang baik (Depdiknas, 2004).

Perkembangan teknologi yang sangat pesat sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan dampak positif maupun negatif. Perkembangan teknologi ini di mulai dari Negara maju, sehingga Indonesia sebagai Negara berkembang perlu mensejajarkan diri dengan Negara-negara yang sudah maju tersebut.

Dalam dunia pendidikan peningkatan kualitas pendidikan dapat ditempuh dengan berbagai cara. Salah satunya adalah penyempurnaan kurikulum dan perbaikan proses belajar mengajar. Perubahan kurikulum tidak banyak berarti bila tidak diikuti dengan perubahan kegiatan belajar mengajar (KBM) baik dalam kelas maupun di luar kelas. Salah satu upaya perubahan kegiatan belajar mengajar adalah penerapan pelaksanaan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning), dengan kata lain belajar harus melibatkan sebanyak mungkin kegiatan siswa dengan berbagai macam pembelajaran siswa aktif.

Saat ini, telah dikembangkan program pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Dalam CTL proses pembelajaran tidak hanya menekankan pada kecakapan belajar semata tetapi lebih dari itu. Tujuan pembelajaran didesain sedemikian rupa sehingga kecakapan belajar seiring dengan kecakapan sosial.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan telah banyak dilakukan oleh Pemerintah antara lain pelaksanaan seminar dan lokakarya pendidikan, pemantapan kerja guru, pemantapan materi-materi pelajaran serta model pembelajaran untuk mata pelajaran tertentu. Proses pelaksanaan model pembelajaran CTL pada pembelajaran PKn di SMPN 5 Raha tidak hanya tergantung pada metode yang dipakai, tetapi komponen-komponen yang ada pada kegiatan proses belajar mengajar itu akan saling menyesuaikan dalam rangka mendukung pencapaiaan tujuan belajar bagi anak didik (http://www.peningkatanmutupendidikan.com.html)

Komponen-komponen itu misalnya guru, metode, alat atau teknologi, sarana dan tujuan. Untuk mencapai tujuan model pembelajaran yang instruksional. Masing-masing komponen itu akan merespon dan mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya. Semuannya itu akan berjalan sesuai dengan harapan apabila didukung dengan penguasaan dan kemampuan siswa.

baca juga :

Pos-pos Terbaru