MACAM-MACAM RIBA DAN PENGERTIANNYA

MACAM-MACAM RIBA DAN PENGERTIANNYA

MACAM-MACAM RIBA DAN PENGERTIANNYA
MACAM-MACAM RIBA DAN PENGERTIANNYA

 

A. Riba ada empat macam

1. Riba Qaradh
2. Riba Fadl
3. Riba Iyad
4. Riba Nasa’i

B. Pengertiannya

1. Riba Qaradh

adalah segala bentuk praktek utang piutang (al-qardlu ) yang terdapat motif keuntungan (syarath naf’an) yang kembali kepada pihak pemberi pinjaman hutang (muqrid) saja, atau sekaligus kepada pihak yang berhutang (muqtaridl). Secara esensial (mendasar, hakiki), riba qardli termasuk kategori riba fadli. Sebab, keuntungan yang disyaratkan dalam riba qardli, adalah bentuk penambahan atau bunga (ziyadah) pada salah satu komoditi ribawi.

Mughni Muhtaj

قال الماوردي : وهذا صحيح . أما القرض فإنما سمي قرضا : لأن المقرض يقطع قطعة من ماله فيدفعها إلى المقترض . والقطع في كلامهم هو القرض ، فلذلك قيل : ثوب مقروض ؛ أي : مقطوع ، وسمي المقراض مقراضا ؛ لأنه يقطع .

Al-Hawi Al-Kabir

القراض والمضاربة أن يدفع إليه مالا ليتجر فيه والربح مشترك ويشترط لصحته كون المال دراهم أو دنانير خالصا فلا يجوز على تبر وحلي ومغشوش وعروض ومعلوما معيناهُ

2. Riba Fadl

adalah transaksi barang ribawi dengan barang sejenis (seperti emas dengan emas ) yang tidak diketahui kesetaraan (majhul at-tamatsul ) dalam mi’yar syar’i pada saat transaksi. Artinya, terdapat motif tambahan pada salah satu komoditinya. Definisi riba fadli ini, mencakup terhadap kasus :

a. Ma’lum At-Tafadlul. Yakni diketahui perbedaan mi’yar syar’inya

b. Majhul At-Tafadlul Wa At-Tamatsul. Yakni tidak diketahui perbedaan dan kesetaraann mi’yar syar’i-nya secara sekaligus

c. Ma’lum At-Tamatsul La Fi Mi’yar syar’i. Yakni diketahui kesetaraanya tidak secara mi’yar syar’i

d. Ma’lum At-Tamatsul La Fi Halah Al-‘Aqdi. Yakni diketahui kesetaraannya secara mi’yar syar’i tidak pada saat transaksi

Jenis barang ribawi dalam kategori riba fadli yang disepakati Ulama berdasarkan teks Hadits ada enam atau tujuh, yakni emas, perak, gandum merah, gandum putih, kurma, anggur, dan garam. Seluruh jenis barang ribawi ini adalah barang-barang yang memiliki padanan ( mitsli ) yang standar ukuran (mi’yar syar’i )-nya memakai timbangan (emas dan perak ) dan menggunakan takaran ( yakni lima lainnya).

3. Riba Yad

adalah transaksi barang ribawi secara cash (hallan), baik dengan barang sejenis atau beda jenis (seperti emas dengan perak, kurma dengan anggur, beras dengan jagung dll ), yang terdapat motif penundaan serah terima ( ta’khir al-qabdl) dari majlis aqad atau dari sebelum aqad luzum. Dengan kata lain, akad sudah final (lazim), namun belum ada serah teima.

4. Riba Nasa’i

adalah transaksi barang ribawi, baik dengan barang sejenis atau beda jenis, yang terdapat motif penundaan penerimaan hak kepemilikan (ta’khir al-istihqaq) dari majlis akad atau dari sebelum akad luzum. Dengan kata lain, transaksi barang ribawi diadakan secara kredit (mu’ajjal), meskipun sudah terjadi serah terima barang (qabdl) di majlis akad.

Sumber: www.dutadakwah.org