MACAM-MACAM SISTEM PEMERINTAHAN

MACAM-MACAM SISTEM PEMERINTAHAN

MACAM-MACAM SISTEM PEMERINTAHAN

Berikut beberapa macam sistem di dalam pemerintahan.

1. SISTEM PEMERINTAHAN PRESIDENSIAL

Suatu negara yang berbentuk republik menganut sistem pemerintahan presidensial, sistem yang memilih kekuasaan eksekutif melalu pemilihan umum. Melalui sistem pemiliham umum, rakyat menjadi penentu yang memilih siapa yang akan menjadi presiden untuk negara tersebut.

Dalam sistem ini, presiden memiliki dua peran sekaligus yakni sebagai kepala negara dan juga kepala pemerintahan. Selain itu, presiden juga memiliki kewenangan memilih dan mengangkat pejabat-pejabat pemerintahan.

Presiden juga mendapat jaminan konstitusi sehubungan dengan kewenangannya di bidang legislatif, sistem presidensial juga disebut sebagai sistem kongresional itulah mengapa pemilihan untuk menduduki jabatan eksekutif dilakukan dengan pemilihan umum. Dalam sistem ini mengandung tiga pokok penting, diantaranya.

1. Secara keseluruhan presiden menjadi atau menjabat sebagai pimpinan negara serta pemimpin dari seluruh pemerintahan. Di dalam kepemimpinannya itu presiden juga melantik pejabat pemerintahan lainnya.
2. Presiden patut memiliki jaminan untuk mempunyai kewenangan legislatif oleh UUD ataupun konstitusi.
3. Presiden dipilih oleh seluruh rakyat.

Sistem presidensial ini tidak hanya meletakkan posisi presiden sebagai pusat kedudukan legislatif, namun sistem presidensial memberikan presiden kedudukan negara yang secara otomatis presiden itu sebagai pimpinan atau kepala negara.

Dalam sistem presidensial ini menggunakan sistem kekuasan, antara badan eksekutif, legislatif, dan yudiktif, hubungan ini melambangkan ajaran Trias Politika dan Montesqieu.

Adapun ciri-ciri dari sistem pemerintahan presidensial adalah sebagai berikut.

1. Dasarnya pada prinsip kekuasaan.
2. Dikepalai oleh seorang presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif (kepala pemerintahan dan kepala negara).
3. Pemilihan umum langsung oleh rakyat digunakan untuk memilih eksekutif.
4. Presiden memiliki hak prerogratif untuk mengangkat dan memberhentikan para pembantu presiden (menteri) dan menteri bertanggung jawab kepada presiden.
5. Presiden beserta kabinet tidak bertanggung jawab kepada parlemen (DPR), oleh karena itu presiden dan DPR tidak saling menjatuhkan atau membubarkan.

2. SISTEM PEMERINTAHAN PARLEMENTER

Sistem pemerintahan parlementer, parlemen memegang peranan yang sangat penting. Seorang perdana menteri dipilih dan diangkat oleh parlemen, parlemen juga memiliki hak untuk memberhentikan perdana menteri yang telah dipilih dengan cara memberikan “mosi tidak percaya”.

Dalam sistem ini dimungkinkan terdapat perdana menteri dan presiden, namun presiden disini hanya bertindak selaku kepala negara. Ciri-ciri sistem parlementer diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Dipimpin perdana menteri yang menjabat sebagai ketua atau kepala pemerintahan dan presiden sebagai kepala negara.
2. Kedudukan pelaksana presiden diutus oleh pihak legislatif, sementara presiden sendiri diutus oleh undang-undang.
3. Perdana menteri memiliki kewenangan istimewa untuk melantik dan memberhentikan menteri-menteri yang menjadi ketua departemen dan non departemen.
4. Para menteri hanya memiliki tanggung jawab kepada kedudukan legislatif.
5. Eksekutif bertanggung jawab kepada legislatif.
6. Eksekutif dapat diberhentikan atau dilengserkan legislatif.

3. SISTEM PEMERINTAHAN SEMI PRESIDENSIAL

Sistem pemerintahan semi presidensial merupakan bagungan antara sistem presidensial dan parlementer. Presiden dipilih oleh rakyat yang menjadikannya memiliki kekuasaan yang luas dan juga kuat.

Dalam sistem ini, pemegang kekuasaan tertinggi ada dua, yaitu presiden dan parlemen. Bersama dengan perdana menteri, presiden menjalankan kekuasaan tersebut, salah satu negara yang menganut atau menggunakan sistem ini adalah Prancis.

4. SISTEM PEMERINTAHAN KOMUNIS

Sistem pemerintahan komunis merupakan sistem yang menganut asas komunisme atau dapat disebut dengan tidak mengakui keberadaan Tuhan. Dalam sistem komunis, setiap orang hidup sama rata dan setara, baik kaya miskin, semuanya harus saling mendukung dan saling bantu.

Sistem komunis, dalam sistem ini semuanya dikendalikan oleh partai komunis. Parti komunis bertindak anti kapitalis, artinya kekuasaan akan dilakukan secra penuh dan tidak mengakui kepemilikan akumulasi modal pada individu.

5. SISTEM PEMERINTAHAN LIBERAL

Sistem pemerintahan liberal merupakan sistem yang menganut asas kebebasan, artinya pemerintah tidak begitu banyak menetapkan kebijakan dan mayoritas aktifitas di dalam negara dijalankan oleh pihak swasta.

Sistem ini menggunakan asas kebebasan sebagai dasar atau landasan penetapan kebijakan. Liberal disini maksdunya adalah bebas, kebebasan dalam segal hal, persamaan hak dan politik.

6. SISTEM PEMERINTAHAN DEMOKRASI LIBERAL

Kebebasan individu menjadi sesuatu yang sangat ditonjolkan pada penerapan sistem demokrasi liberal. Sistem demokrasi liberal juga dapat disebut sebagai demokrasi konstitusional.Selain itu, sistem ini juga merupakan gabungan antara sistem demokrasi dan liberal.

Atas digunakannya sistem ini, pengendalian kekuasaan dilakukan oleh kepala pemerintahan yang dipilih secara langsung oleh rakyat. Hak-hak setiap individu akan dilindungi oleh undang-undang. Segala keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak boleh melanggar kebebasan individu.


Sumber: https://www.7-ksa.net/dead-zone-apk/