Mencoba kamera Samsung Galaxy A6

Mencoba kamera Samsung Galaxy A6

Mencoba kamera Samsung Galaxy A6

Samsung Galaxy A6 dan A6+ baru saja diluncurkan di Indonesia awal bulan Mei. Ponsel kelas menengah ini mengunggulkan kemampuan kamera.

Samsung mengklaim ponsel ini unggul untuk mengambil gambar meskipun kondisi cahaya redup, baik untuk tipe Galaxy A6 maupun A6+. Keduanya memiliki spesifikasi kamera, Galaxy A6 + yang menggunakan kamera ganda di belakang, sementara Galaxy A6 kamera tunggal.

ANTARA News berkesempatan mencoba kamera Samsung Galaxy A6 untuk berlibur di Bali beberapa waktu lalu. Berikut kesan yang didapat selama beberapa jam memakainya.

Samsung Galaxy A6 memakai sensor 16MP untuk kamera belakangnya,

kemampuan kamera didukung oleh autofocus yang dapat mendeteksi objek gambar secara cepat.

Mesk pun tidak memiliki kamera ganda seperti A6+ sehingga tidak menghasilkan gambar dengan efek bokeh, foto hasil jepretan Galaxy A6 sangat jernih dan tidak pecah saat di zoom in, seperti dalam gambar berikut ini.
Hasil gambar dengan kamera belakang 16MP Samsung Galaxy A6, ditambah dengan fitur HDR. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

Sedikit tip dalam mengambil foto seperti ini, aktifkan fitur HDR agar awan

juga dapat tertangkap kamera, tidak hanya langit putih.

Galaxy A6 juga memiliki mode profesional, antara lain untuk mengatur white balance dan ISO.

Mode profesional sangat disarankan untuk mengambil gambar di kondisi cahaya redup (low light) agar objek yang dibidik tidak gelap dan gambar tidak buram.

ANTARA News mencoba mengambil gambar berikut ini dengan mode profesional ketika berada di dalam ruangan yang hanya diterangi api dari tungku dan sedikit cahaya dari jendela.

Hasil gambar dengan kamera belakang 16MP Samsung Galaxy A6 dalam kondisi

cahaya redup di dalam ruangan. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

Sesaat setelah matahari tenggelam, ANTARA News mencoba mengambil gambar di luar ruangan yang hanya diterangi oleh cahaya lampu temaram, dengan mode profesional.

 

Hasilnya, warna-warni pada pakaian terlihat cukup mirip dengan aslinya

, dan tidak terdapat titik-titik noise (gangguan) pada hasil foto, meski pun ketika diperbesar, wajah para pemain musik akan kabur.

 

sumber :

http://rahmad.blog.unismuhpalu.ac.id/seva-mobil-bekas/