Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)

Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)

Permasalahan besar yang dihadapi peserta didik sekarang adalah mereka belum biasa menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dan bagaimana pengetahuan itu akan digunakan. Hal ini dikarenakan cara mereka mempelajari informasi dan motivasi diri belum tersentuh oleh metode yang betul-betul biasa membantu mereka. Para siswa kesulitan untuk menghadapi konsep akadamis (seperti konsep matematika, fisika, dan biologi), karena metode mengajar yang selama ini digunakan oleh pendidik hanya terbatas pada metode ceramah. Di sisi lain tentunya tahu apa yang mereka pelajari saat ini  akan sangat berguna bagi mereka di kehidupan. (http//: Model-model pembelajaran Contextual)

CTL adalah sistem pembelajaran yang cocok dengan kinerja otak, untuk menyusun pola-pola yang mewujudkan makna dengan cara menghubungkan muatan akademis dengan konteks kehidupan sehari-hari. Agar informasi yang diterima tidak hanya disimpan dalam memori jangka pendek yang mudah dilupakan, Tetapi dapat disimpan dalam memori jangka panjang. . (http//: Model-model pembelajaran Contextual)

Menurut teori pembelajaran kontekstual, pembelajaran hanya terjadi ketika siswa memproses informasi atau pengetahuan baru sedemikian rupa sehingga dapat terserap ke dalam benak mereka dan mereka mampu menghubungkanya dengan kehidupan nyata yang ada disekitar mereka. Pendekatan ini mengansumsikan bahwa pikiran secara alami akan mencari makna dari hubungan individu dengan lingkungan sekitarnya.

Berdasarkan pemahaman di atas, menurut metode pembelajaran kontekstual kegiatan pembelajaran tidak harus di ruang kelas, tapi bisa di labolatorium, tempat kerja, sawah atau tempat lainnya. Mengharuskan pendidik untuk pintar-pintar memilih serta mendesain lingkungan belajar yang betul-betul berhubungan dengan kehidupan nyata, baik konteks pribadi sosial, budaya, ekonomi, kesehatan serta lainnya, sehingga siswa memiliki kemampuan dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya. . (http//: Model-model pembelajaran Contextual)

Dalam lingkungan seperti ini, para siswa dapat menemukan hubungan bermakna antara ide-ide abstrak dengan aplikasi praktis dalam konteks dengan nyata, konsep diinternalisasi melalui menentukan, memperkuat serta menghubungkan. Sebagai contoh mempelajari tentang konduktivitas termal dapat mengukur bagaimana kualitas dan jumlah bahan bangunan mempengaruhi jumlah energi yang dibutuhkan untuk menjaga gedung saat dikena panas atau dingin. . (http//: Model-model pembelajaran Contextual)

Dengan penerapkan CTL tanpa disadari pendidik telah mengikut tiga prinsip ilmiah modern yang menunjang dan mengatur segala sesuatu di alam semesta diantara:

  1. Prinsip saling ketergantungan

Mengajarkan bahwa segala sesuatu dialam semesta saling bergantung dan saling berhubungan. Dalam CTL prinsip kesaling ketergantungan mengajak para pendidik untuk mengenali keterkaitan mereka dengan pendidik lainnya, dengan sisiwa-siswa, serta dengan masyarakat dan dengan lingkunggan. Prinsip itu mengajak para siswa untuk saling kerja sama saling mengutarakan pendapat saling mendengarkan untuk menemukan persoalan, merancang rencana dan mencari pemecahan masalah.

  1. Prisip diferensisasi

Merujuk pada dorongan terus menerus dari alam semesta untuk menghasilkan keragaman, perbedaan dan keunikan. Dalam CTL prinsip ini membebaskan para siswa untuk menjelajahi bakat pribadi, memunculkan cara belajar masing-masing individu, berkembang dengan langkah mereka sendiri. (http//: Prinsip-prinsip Contextual Teaching and Learning)

  1. Prinsip pengaturan diri

sumber :

https://poekickstarter.com/wormax-io-apk/