OTORITAS ORANGTUA DAN GURU DALAM MENANAMKAN DISIPLIN

OTORITAS ORANGTUA DAN GURU DALAM MENANAMKAN DISIPLIN

OTORITAS ORANGTUA DAN GURU DALAM MENANAMKAN DISIPLIN

OTORITAS ORANGTUA DAN GURU DALAM MENANAMKAN DISIPLIN

Pada umumnya anak mulai menumbuhkan disiplin melalui otoritas orang tuanya. Otoritas ini harus bersifat tegas, ramah, masuk akal dan tetap. Dengan demikian anak akan merasa diri aman. Otoritas yang wajar menyebabkan anak belajar menekan kesenangan-kesenangan dan mendahulukan kewajiban dan usaha-usaha untuk tujuan masa depan.

Otoritas

yang berlebihan dan tidak pada tempatnya, akan menimbulkan sikap menentang pada anak. Bahkan mungkin saja sikap menentang otoritas orangtua dapat memperluas sampai ke sikap menentang terhadap setiap bentuk otoritas, baik otoritas guru maupun otoritas majikan kalau dia sudah dewasa.

Pendidikan sering dilakukan dengan disiplin dan kekerasan. Sekarang disiplin tetap harus ditanamkan, tetapi tidak lagi dengan kekerasan terhadap pelanggaran, melainkan dengan dengan wejangan-wejangan. Tingkahlaku anak kecil ditumbuhkan melalui teladan, ajaran-ajaran, pujian dan hukuman.

Teladan dan ajaran membentuk tingkahlaku dan menangarahkan anak dalam bertingkahlaku. Pujian berperan dalam menguatkan dan mengukuhkan suatu tingkahlaku yang baik. Sedangkan hukuman bertujuan untuk menekan atau membuang tingkahlaku yang tidak pantas.

PENGERTIAN DISIPLIN

Disiplin merupakan suatu hal yang mudah diucapkan, tapi sukar dilaksanakan. Secara tradisional, disiplin diartikan sebagai kepatuahn terhadap pengendalian dari luar (obedience to external control).

Interpretasi baru menganggapnya sebagai pengendalian dari dalam sebagaimana ketaatan terhadap pembatasan dari luar. Disiplin adalah suatu keadaan tertib di mana orang-orang yang tergabung dalam suatu system tunduk pada peraturan-peraturan yang ada dengan senang hati (Mulyasa, 2003: 108).

Baca juga: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2020/03/teks-proklamasi.html

Disiplin adalah ketaatan atau kepatuhan, yaitu ketaatan seseorang terhadap tata tertib atau kaidah-kaidah hidup lainnya. Dsiplin berarti latihan batin atau watak dengan maksud supaya segala perbuatan selalu sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ada beberapa tingkat disiplin, yaitu disiplin diri, disiplin sosial/masyarakat, dan disiplin nasional yang semuanya menunjuk pada pengertian adanya ketaatan kepada aturan yang disertai oleh kesadaran terhadap hukum-hukum, norma-norma, dan kewajiban yang telah disepakati bersama (Rusyan Tabrani, 2003:74).