PANDANGAN ISLAM

 PANDANGAN ISLAM

            Mendampingi atau menjenguk orang sakit baik itu tetangga, keluarga dan sanak saudara, atau rekan kerja hukumnya sunnah (dianjurkan oleh Islam). Di sisi lain, ada banyak pelajaran dan hikmah saat kita berkunjung ke orang yang sedang sakit. Seperti ajang intropeksi diri untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan silaturahmi. Ulama sepakat atas sunnahnya menjenguk atau mendampingi orang sakit. Sedangkan menurut Imam Thabari, hukum kunjungan atau mendampingi orang sakit itu tergantung siapa yang dikunjungi. Hukumnya bisa sangat sunnah (muakkadah), sunnah saja, boleh atau bahkan terdapat perbedaan ulama tentang boleh dan tidaknya.

            Imam Nawawi menyatakan bahwa menjenguk atau mendampingi orang sakit (iyadah) itu adalah sunnah secara ijmak. Sedangkan Imam Bukhori memasukkan hadits soal menjenguk atau mendampingi orang sakit ke dalam kategori wajib, mungkin maksudnya dengan wajib disini adalah wajib atau fardhu kifayah. Al-Hafidz Ibnu Hajar menyatakan secara eksplisit wajibnya iyadah. Di dalam hadits dari Abu Hurairah terkait soal jenazah dikatakan yang artinya hak muslim atas muslim yang lain ada lima diantara lima itu terdapat iyadah al-maridh (menjenguk dan mendampingi orang sakit).

2.7.      PANDANGAN ETIKA

            Dalam Al-Quran terdapat ayat-ayat yang berhubungan dengan etika keperawatan dan menegaskan tentang kewajiban-kewajiban yang secara sukarela diemban oleh perawat dan mencari informasi mengenai dampak dari keputusan-keputusan perawat. Dengan demikian mengobati serta mendampingi atau merawat orang sakit adalah termasuk tugas mulia dari sekian banyak tugas-tugas atau pekerjaan mulia lainnya. Bahkan jika menurut QS Al-Maidah maka mengobati serta mendampingi atau merawat termasuk perbuatan ibadah berupa tolong menolong terhadap sesama.

            Sebagai perbuatan ibadah maka tugas ini sedemikian rupa harus memenuhi syarat-syarat terkabulnya ibadah yaitu IKHLAS dan SESUAI dengan TUNTUNAN RASULULLAH SAW. Kalau tidak maka sia-sialah pekerjaan tersebut, kelak di akhirat tidak akan mendapat buahnya. Banyak ayat yang menetapkan model bagi perawat Muslim dan mengharuskan mereka untuk berbelas kasih dan belas kasihan dengan pasien, dengan mengikuti jejak Allah dan Nabi mereka dan mereka senantiasa harus tegas membangun etika mereka pada hukum-hukum islam.

            Perawat harus sangat bermurah hati dan penuh kaih dengan pasien, puas dengan profesi mereka dan bangga dengan pelayanan mulia mereka yang mereka tawarkan. Perawat harus mempunyai martabat, harga diri, dan rasa hormat terhadap diri mereka sendiri dan terhadap profesi mereka. Perilaku mereka harus menjadi contoh yang baik untuk seluruh masyarakat. Ini tentu etika penting dari perawat Muslim. Perawat Muslim harus memahami bagian penting dair profesi mereka dan berpikir tentang kesucian jiwa pasien dan tubuh mereka. Hal ini adalah perawatan yang paling penting dalam kode etik islam.

Dalam merawat pasien seorang perawat harus memperhatikan aspek-aspek hati-hati, teliti, dan cekatan serta tanggung jawab terhadap semua tindakan yang dilakukan. Menganjurkan pasien untuk tidak lupa melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim. Sesibuk apapun kegiatan yang dilakukan perawat maupun petugas kesehatan yang lain tidak boleh meninggalkan sholat, dan tidak lupa memegang teguh prinsip perawat professional.

sumber ;