Pengendalian Hama dan Penyakit pada Ikan Cupang

Pengendalian Hama dan Penyakit pada Ikan Cupang

cupang

Menurut Kordi (2004), penyakit pada ikan cupang secara fisik banyak di sebabkan oleh microorganisme,cendawan, bakteri dan virus! yang di pengaruhi oleh sani tasi air, dimana tempat ikan cupang itu hidup, kurang higienis dan kurang di perhatikan, atau di sebabkan oleh faktor alam seperti perubahan iklim yang berpengaruh pada perubahan suhu air, sehingga mempengaruhi tumbuh kembangnya cendawan, bakteri, dan virus. Oleh sebab itu kualitas air untuk ikan cupang ini harus tetap dijaga. Penyakit fisik tersebut antara lain busung/sisik nanas, salak, atau hydrops, menceret atau berak putih disebkan oleh virus salmonella sp., valvet/fin rot, yang disebabkan oleh bakteri oodium pillularis, serta borok/ luka yang terinfeksi yang di sebabkan oleh kutu ikan argullus indicus dan lernea cyprinacea.

Penyakit pada ikan cupang  non fisik tidak disebabkan oleh microorganisme, tapi disebabkan oleh kurang hati-hati dalam perawatan ikan cupang yang menyebabkan mental dan fisik ikan cupang menjadi sakit, dan cacat dan dapat berakibat menurunnya kesehatan ikan cupang tersebut, sirip kurang mengembang, kurang gairah, tidak nafsu makan,bacul (hilang keberanian/ mental) menggigit sirip sendiri, jelas terlihat tidak sehat (Kordi, 2004)

Bila terserang white spot,cendawan/jamur gejala awalnya adalah berenang ikan cupang seperti tersentak-sentak atau menabrakan badannya ke media dinding aquarium /wadah, bila tidak cepat di tanggulangi badan ikan cupang akan cepat di tumbuhi bintik-bintik putih lebih kecil dari telur ikan. Hal ini bila sudah parah, bila tidak cepat di tanggulangi dapat menyebabkan ikan cupang malasberaktifitas,sirip tidak mengembang, dan menghilangkan nafsu makan dari ikan tersebut. Penanggulangan nya dapat dengan diberikan anti white spot, blitz-icth/fish mate yang mengandung bahan aktif metil biru (methiline blue) dan dimetil amino triphenyl methanol, super icth , blitz icth/obat biru/ anti white spot dilarutkan dengan air dan di campur garam ikan dengan dosis di sesuaikan dengan stadium penyakitnya. Dengan merendam ikan cupang yang sakit kedalam larutan tersebut diatas selama kurang lebih 5 jam, kemudian angkat dan rendam kembali kedalam larutan yang sama.

Pakan Induk dan Larva

Meskipun cupang dewasa mau menerima makanan kering dan mati, namun untuk memperoleh pertumbuhan maksimal dan warna yang cantik sebaiknya ikan-ikan cupang ini hanya di beri makanan hidup. Makanan hidup seperti cacing sutera, jentik-jentik nyamuk dan kutu air sangat di sukai oleh ikan-ikan cupang (Iskandar, 2004).

Menurut Perkasa (2001), bahan pakan alami bagi cupang hias di peroleh dari alam. Bahan pakan tersebut di berikan dalam keadaan hidup tanpa melalui proses terlebih dahulu. Memperoleh pakan alami tidak sulit dan relatif murah. Sarana untuk mendapatkan pakan alami hanya dengan alat sederhana.

Kualitas Air

Faktor penting dalam budidaya ikan cupang adalah kualitas air yang digunakan dalam budidaya. Kualitas air harus selalu terjaga kebersihannya dan terhindar dari zat-zat beracun, seperti amoniak, limbah pabrik, detergen, dan lain-lain. Ikan akan tumbuh optimal jika kualitas airnya baik. Air pada akuarium atau pada wadah pematangan gonad sebaiknya diganti setiap 3 hari, serta ikan cupang direndam selama 1 jam dengan air yang telah dicampur garam dapur dan obat khusus cupang yang banyak dijual di pasar ikan dengan dosis secukupnya. Hal tersebut untuk menjaga ikan cupang dari serangan jamur atau penyakit lainnya (Indriani dkk, 1991)

Cara lain unntk menjaga kualitas air tetap baik adalah dengan cara memasukan eceng gondok dalam kolam pembesaran, yang berfungsi untuk menyerap racun di sekitar air tersebut dan sekaligus menjadi tempat berteduh bagi burayak/benih cupang. Jangan terlalu banyak memberikan eceng gondok karena eceng gondok dapat menyerap oksigen di dalam air. Eceng gondok yang terlalu banyak dapat menyebabkan kematian bagi burayak karena kekurangan kadar oksigen di dalam air (Perkasa, 2001).


Baca Juga :