Pengertian Contextual Teaching and Learing (CTL)

Pengertian Contextual Teaching and Learing (CTL)

Contextual teaching and learning (CTL) adalah suatu konsepsi yang membantu guru menghubungkan konten materi ajar dengan situasi di dunia nyata dan memotivasi siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan dengan penerapannya kedalam kehidupan mereka sebagai anggoata keluarga, warga negara, dan tenaga kerja. Jadi CTL merupakan pengajaran yang memungkinkan siswa menguatkan, memperluas, dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam berbagai macam tatanan dalam dan luar sekolah agar dapat memecahkan masalah-masalah yang diasumsikan (US Department of Educational And The School To Work Off Line dalam Nur 2001).

Kaitannya dengan hasil belajar PKn yang menerapkan model pembelajaran CTL akan meningkat apabila guru melakukan secara meksimal. Ini berarti menuntut kemampuan guru PKn untuk dapat menerapkan pelaksanaan model pembelajaran CTL sesuai dengan tujuan instruksional pembelajaran.

  1. Prinsip Penerapan CTL 

Berkaitan dengan faktor kebutuhan individual siswa, untuk menerapkan model pembelajaran CTL guru perlu memegang prinsip pembelajaran sebagai berikut:

  1. Merencanakan pembelajaran sesuai dengan kewajaran perkembangan mental siswa.

Hubungan antara isi kurikulum dalam metodologi yang digunakan untuk mengajar harus didasarkan pada kondisi sosial, emosional dan perkembangan intelektual siswa.

  1. Membentuk kelompok belajar yang saling tergantung.

Siswa saling belajar dari sesamanya di dalam kelompok-kelompok kecil dan belajar bekerja sama dalam tim lebih besar (kelas). Kemampuan itu merupakan bentuk kerjasama  yang diperlukan orang dewasa di tempat kerja dan konteks lain. (Brockman : Penerapan Contextual Tesching and Learning, 2001)

  1. Menyediakan lingkungan yang mendukung pembelajaran mandiri

Lingkungan yang mendukung pembelajaran yang mandiri memilki 3 karateristik umum yaitu kesadaran berpikir, penggunaan strategi, dan motivasi berkelanjutan

  1. Mempertimbangkan keragaman siswa

Di kelas guru harus mengajar siswa dengan berbagai keragamannya misalnya latar belakang suku bangsa, status sosial ekonomi, bahasa utama yang dipakai di rumah, dan bebagai kekurangan yang mungking mereka miliki. (Sumber : http//: Semoel, Pendekatan Contextual, 2011)

  1. Memperhatikan multi-intelegensi siswa

Dalam menggunakan model pembelajaran CTL, maka cara siswa berpartisipasi dalam kelas harus memperhatikan kebutuhan siswa. Oleh karena itu, dalam melayani siswa di kelas, guru harus memadukan berbagai strategi model pembelajaran CTL sehingga pengajaran akan efektif bagi siswa dengan berbagai intelegensinya itu. (Brockman 2001)

  1. Mengandung teknik-teknik bertanya untuk meningkatkan pembelajaran siswa, perkembangan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. (Ananda : Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, 2003)

Agar pembelajaran CTL mencapai tujuannya, maka jenis dan tingkat pertanyaan harus diungkapkan/ditanyakan. Pertanyaan harus secara hati-hati direncanakan untuk menghasilkan tingkat berpikir, tanggapan dan tindakan yang diperlukan siswa dan sluruh peserta di dalam proses pembelajaran CTL.

  1. Menerapkan penilaian autentik

Penilaian autentik mengevaluasi penerapan pengetahuan dan berpikir kompleks seorang siswa daripada hanya sekedar menghafal informasi actual kondisi alamiah pembelajaran CTL memerlukan penilaian interdisiplin yang dapat mengukur pengetahuan dan keterampilan lebih dengan cara yang bervariasi dibandingkan dengan penilaian state disiplin. (Ananda 2001)

sumber :

 

https://poekickstarter.com/ocean-survival-3d-apk/