Pengertian Iman, Posisi Kedudukan Iman dan Islam Beserta Korelasi Antara Keduanya

Pengertian Iman, Posisi Kedudukan Iman dan Islam Beserta Korelasi Antara Keduanya

Pengertian Iman, Posisi Kedudukan Iman dan Islam Beserta Korelasi Antara Keduanya
Pengertian Iman, Posisi Kedudukan Iman dan Islam Beserta Korelasi Antara Keduanya

PENGERTIAN IMAN

Iman secara etimologis berasal dari kata aamana – yu’minu berarti tasdiq yaitu membenarkan mempercayai. Dan menurut istilah Iman ialah membenarkan dengan hati diucapkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan.
Imam Ahmad bin Hanbal mendefinisikannya dengan “Qaulun wa amalun wa niyyatun wa tamassukun bis Sunnah.” Yakni Ucapan diiringi dengan ketulusan niat dan dilandasi dengan berpegang teguh kepada Sunnah .
Sahl bin Abdullah At-Tustari ketika ditanya tentang apakah sebenarnya iman itu beliau menjawab demikian “Qaulun wa amalun wa niyyatun wa sunnatun.” Artinya Ucapan yang disertai dengan perbuatan diiringi dengan ketulusan niat dan dilandasi dengan Sunnah. Kata beliau selanjutnya “Sebab iman itu apabila hanya ucapan tanpa disertai perbuatan adalah kufur apabila hanya ucapan dan perbuatan tanpa diiringi ketulusan niat adalah nifaq sedang apabila hanya ucapan perbuatan dan ketulusan niat tanpa dilandasi dengan sunnah adalah bid’ah.

KESIMPULAN

Dengan demikian iman itu bukan sekedar pengertian dan keyakinan dalam hati bukan sekedar ikrar dengan lisan dan bukan sekedar amal perbuatan saja tapi hati dan jiwa kosong. Imam Hasan Basri mengatakan “Iman itu bukanlah sekedar angan-angan dan bukan pula sekedar basa-basi dengan ucapan akan tetapi sesuatu keyakinan yang terpatri dalam hati dan dibuktikan dgn amal perbuatan.

POSISI DAN KEDUDUKAN IMAN DALAM ISLAM

Iman dalam Islam menempati posisi amat penting dan strategis sekali. Karena iman adalah asas dan dasar bagi seluruh amal perbuatan manusia. Tanpa iman tidaklah sah dan diterima amal perbuatannya. Firman Allah SWT dalam Qur’an Surat An-Nisa’ 124 yg artinya “Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal shaleh baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.”
Juga dalam Qur’an Surah Al-Isra’ 19 yg artinya “Dan barangsiapa yg menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min maka mereka itu adalah orang-orang yg usahanya dibalasi dengan baik.”
Disebutkan dalam hadits dari Al-Bara’ ibn ‘Azib Radhiyallahu ‘Anhu bahwa ada seorang kafir datang dengan bertopeng sambil membawa sepotong besi kemudian memohon kepada Rasulullah SAW agar diperkenankan pergi bersama kaum Muslimin untuk ikut berperang. Maka beliau bersabda kepadanya “Masuklah Islam kemudian pergilah berperang!” Lalu ia pun masuk Islam dan ikut pergi berperang sehingga terbunuh. Nabi SAW bersabda “Dia beramal sedikit tetapi dibalas dengan pahala yang banyak.” .

Disebutkannya iman dalam Al-Qur’an lebih dari 840 kali tiada lain menunjukkan posisi dan kedudukannya dalam Islam menurut Allah SWT.

KORELASI ANTARA IMAN DAN ISLAM

Iman dan Islam adalah dua sejoli yang tidak boleh dipisahkan. Kedua-duanya ibarat dua sisi uang logam. Tidak ada Iman tanpa Islam dan tidak ada Islam tanpa Iman. Tetapi dengan demikian bukan berarti Islam itu adalah Iman dan Iman adalah Islam.

Iman apabila disebutkan bersama-sama dengan Islam maka menunjukkan kepada hal-hal batiniah seperti Iman kepada Allah SWT iman kepada Malaikat iman kepada hari akhir dan seterusnya. Dan Islam apabila disebutkan bersama-sama dengan Iman maka menunjukkan kepada hal-hal lahiriah seperti Syahadat shalat puasa dan seterusnya. Dasarnya Al-Hujurat 14; Hadits Jibril riwayat Al-Bukhari dan Muslim.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/kumpulan-kultum-ramadhan/