Pengertian Pendidikan Sosial Budaya Bermasyarakat

Pengertian Pendidikan Sosial Budaya Bermasyarakat

Pengertian Pendidikan Sosial Budaya Bermasyarakat

Sejak manusia diciptakan

pendidikan menempati urutan pertama sebagai alat yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Meskipun belum ada istilah pendidikan formal maupun informal, substansi pendidikan sudah dibutuhkan manusia. Ketika Adam sudah diciptakan sebagai manusia pertama yang diberi jabatan oleh Allah sebagai pemimpin atau khalifah dimuka bumi, yang pertama diberikan Allah kepadanya adalah pengetahuan. Oleh karena itu, allah mendidik Adam dengan nama-nama yang ada dibelahan bumi ini.

Imam Al-Ghazali memaknakan pendidikan sebagai proses pembiasaan (riyadhah). Riyadhah artinya manaklukkan dan menundukkan anak kuda serta mengajarinya berlari. Pembiasaan yang dimaksud oleh Al-Ghazali upaya menimbulkan respons siswa melalui bimbingan emosional dan fisikal. Al-Ghazali berpendapat bahwa proses pembiasaan (riyadhah) membantu siswa menuju tujuan tertinggi. Seperti halnya Imam Al-Ghazali, Ibn Sina, mengartikan pendidikan sebagai pembiasaan atauRiyadhah.

Perjalanan kebudayaan manusia dalam sejarahnya erat kaitannya dengan pendidikan. Sebab semua materi yang terkandung dalam kebudayaan yang diperoleh manusia selain dilalui secara sadar, juga dilalui dengan proses belajar. Melalui proses belajara itulah transfer nilai-nilai kebudayaan terhadap generasi-kegenerasi berikutnya dilakukan. Sehingga nilai-nilai kebudayaan senantiasa berkelanjutan dari waktu kewaktu, dari kebudayaan masa lalu menuju kebudayaan masa kini.

Ada kebudayaan masa lalu yang tetap dipertahankan dalam kebudayaan masa kini. Ada juga ditinggalkan atau tidak digunakan meskipun demikian tidak menutup kemungkinan kebudayaan pada masa lalu. Kelompok-kelompok masyarakat yang terdiri dari dua orang atau lebih dan bekerjasama dibidang tertentu untuk mencapai tujuan tertentu adalah merupakan sumber pendidikan bagi warga masyarakat,

Seperti lembaga-lembaga sosial budaya, yayasan-yayasan, organisasi-organisasi, perkumpulan-perkumpulan, yang kesemuanya itu merupakan unsur-unsur pelaksana asas pendidikan masyaraka. Kesemua kelompok sosial berikut unsur-unsur pelaku atau pelaksana asas pendidikan yang dengan sengaja dan sadar membawa kemasyarakat kepada kedewasaan, baik jasmani, maupun rohani yang realisasinya terlihat pada perbuatan dan sikap kepribadian warga masyarakat.

Hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaannya. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu:

  1. Penganut kebudayaan
  2. Pembawa kebudayaan manipulator kebudayaan,
  3. Pencipta kebudayaan.

Sebagai penganut kebudayaan seseorang hanya menjadi pelaku tradisi dan kebudayaan yang berkembang dalam masyarakatnya. Sebaliknya pembawa kebudayaan adalah pihak luar dan anggota masyarakat setempat. Tidak semua anggota masyarakat dapat beradaptasi dengan budaya baru yang dating dari luar. Umumnya budaya baru sulit diterima dan butuh waktu bertaha.


Sumber: https://multiply.co.id/death-truck-hero-apk/