Pengertian Produktivitas Terlengkap

Pengertian Produktivitas Terlengkap

Pengertian Produktivitas Terlengkap

Pengertian Produktivitas Terlengkap
Pengertian Produktivitas Terlengkap

Menurut Dewan Produktivitas Nasional Indonesia merumuskan tentang produktivitas yang dikemukakan oleh Taliziduhu Ndraha (1997:138) dalam Edi Humadi (2006:19), ”Suatu sikap mental yang selalu berusaha dan mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini.”

Dalam berbagai referensi terdapat banyak sekali pengertian, mengenai produktivitas yang dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

1. rumusan tradisional bagi keseluruhan produktivitas tidak lain ialah ”ratio” daripada apa yang dihasilkan (output) terhadap keseluruhan peralatan produksi yang dipergunakan (input);
2. produktivitas pada dasarnya adalah suatu sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini lebih baik daripada kemaren, dan hari esok lebih baik dari hari ini; dan
3. produktivitas merupakan interaksi terpadu secara serasi dari tiga fator; investasi termasuk penggunaan pengetahuan dan teknologi, serta manajemen, dan tenaga kerja.

Muchdarsyah Sinungan (2003:8)

dalam Edi Humadi (2006:20) menerangkan ”Kerja produktivitas memerlukan keterampilan kerja yang sesuai dengan isi kerja sehingga bisa menimbulkan penemuan-penemuan baru untuk memperbaiki cara kerja atau minimal mempertahankan cara kerja yang sudah baik. Kerja produktivitas memerlukan persyaratan lain sebagai faktor pendukung, yaitu; kemampuan kerja tinggi, kemampuan kerja yang sesuai dengan isi kerja, lingkungan kerja yang nyaman, penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan minimum, jaminan sosial yang memadai, kondisi kerja yang manusiawi dan hubungan kerja yang harmonis”.

Berdasarkan pendapat yang diatas, produktivitas adalah poerbandingan antara hasil pekerjaan karyawan dengan pengorbanan yang telah dikerjakan.

Husein Umar (1999:9)

berpendapat bahwa ”Produktivitas mengandung arti sebagai perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input)”. Dengan kata lain produktivitas memiliki dua dimensi:
Dimensi pertama adalah efektivitas yang mengarah kepada pencapaian unjuk kerja yang maksimal yaitu pencapaian target yang terkait dengan kualitas, kuantitas, dan waktu.
Dimensi kedua yaitu efisiensi yang berkaitan dengan upaya membandingkan input dengan realisasi penggunaannya atau bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.

Selanjutnya J Ravianto (1986:2)

mengemukakan, ”Produktivitas bukanlah ukuran produksi atau keluaran yang diproduksi. Produktivitas adalah ukuran dari seberapa baik kita menggunakan sumber daya dalam pencapaian hasil yang diinginkan. Hasil yang didapatkan berhubungan dengan efesiensi dalam mendapatakan hasil dengan menggunakan sumber daya yang minimal”.

Efektivitas berfokus pada keluaran, dan efektivitas adalah seberapa baik (besar) dihasilkan keluaran dari masukan sumber daya yang ada. Atau dapat dikatakan, seberapa efektif sumber daya yang ada digunakan untuk mengahasilkan keluaran yang optimal, atau efektif mendekati pengertian seberapa jauh kita mendayagunakan masukan sumber daya yang ada.
Sedangkan efisiensi berfokus pada masukan, dan efisiensi adalah seberapa hemat masukan sumber daya digunakan untuk menghasilkan keluaran yang ditentukan.

Secara umum, sering produktivitas diartikan sebagai efisiensi penggunaan sumber daya untuk menghasilkan keluaran. Produktivitas adalah fungsi dari efisiensi dan efektivitas. Dengan demikian, kegiatan yang dilakukan secara efisiensi dan efektif di dalam penggunaan sumber daya termasuk bahan-bahan, uang dan waktu akan menghasilkan produktivitas yang relatif tinggi.

Jadi produktivitas adalah ukuran sampai sejauh mana sumber-sumber daya disertakan dan dipadukan dalam organisasi dan digunakan untuk mencapai kualitas dan jumlah hasil produksi yang maksimal, sehingga produktivitas merupakan perpaduan antara efektivitas dan efisiensi.

Produktivitas juga harus dikaitkan secara langsung dengan aspek-aspek kualitas, efektifitas, dan efisiensi. Dalam hal ini produktivitas pencapaian tujuan pada tingkat kualitas tertentu (output) dan efesiensi penggunaan sumber-sumber daya (input) (Vincent Gaspers, 1998: 33).

Panji Anoraga (1998: 52)

mengemukakan, ”Produktivitas adalah menghasilkan lebih banyak, dan berkualitas lebih baik, dengan usaha yang sama. Dengan demikian produktivitas tenaga kerja adalah efesiensi proses menghasilkan dari sumber daya yang dipergunakan”.

Produktivitas bukanlah membuat karyawan bekerja lebih lama atau lebih keras. Peningkatan produktivitas lebih banyak merupakan hasil dari perencanaan yang tepat, dari investasi yang bijaksana, dan teknologi baru, dari teknik yang lebih tinggi. Di luar ini, produktivitas tergantung pada usaha yang penuh kesadaran dari tiap-tiap karyawan. Kesediaan untuk bekerja secara memadai untuk gaji yang memadai.

Lalu menurut Dewan Produktivitas Nasional, produktivitas mempunyai pengertian sebagi sikap mental yang selalu berpandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.

Sedangkan Komaruddin (1992:121)

berpendapat bahwa, ”Produktivitas pada hakikatnya meliputi sikap yang senantiasa mempunyai pandangan bahwa metode kerja hari ini harus lebih baik daripada metode kerja hari kemarin, dan hasil yang dapat diraih hari ini. Kalau seseorang memiliki sikap hidup seperti itu, maka ia senantiasa mempunyai dorongan untuk mencari dan mendapatkan metode untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuannya sehingga dapat terdorong untuk menjadi terbuka, kreatif, dinamis, inovatif, dan kritis terhadap gagasan-gagasan baru dan perubahan”.

Disini menunjukkan bahwa produktivitas menunjukkan tingkah laku manusia atau individu, yaitu tingkah laku produktivitasnya yang lebih khusus lagi, di bidang kerja atau organisasi kerja. Seorang tenaga kerja dinilai produktif jikalau ia mampu menghasilkan keluaran (output) yang lebih banyak dari tenaga kerja lainnya, dalam satuan waktu yang sama, dan juga disamping itu adanya suatu keyakinan dalam diri karyawan bahwa ia dapat melakukan pekerjaan dengan lebih baik hari ini daripada kemarin dan esok hari daripada hari ini, sehingga ia selalu akan mencari perbaikan dari apa yang telah ada.

Selain itu Handoko(1987: 26) seperti yang dikutip dalam Yohana Eva Yulianti (2004: 27) mengemukakan bahwa: ”Dalam rangka meningkatkan produktivitas tenaga kerja perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor produktivitas kerja agar tenaga kerja bersedia melaksanakan pekerjaan dengan baik dan mempunyai dedikasi yang tinggi untuk perusahaan. Indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat produktivitas tenaga kerja adalah melalui pemantauan prestasi kerja, tingkat absensi karyawan dan tingkat perputaran kerja”.

Di dalam beberapa ensiklopedia, produktivitas didefinisikan sebagai berikut:
1. productivity in economics, is a tern used to describe how well or how efficiently economy’s resources are used in the processes of produktion (Americana, Vol 22, 1978:640). (Produktivitas dalam ekonomi, adalah menggunakan sebuah istilah yang menggambarkan seberapa baik atau bagaimana sumberdaya ekonomi dapat digunakan secara efisien dalam proses produksi);

2. produktivity in economics is the ration of what is produced to what is require to produce it (Britanica, Vol 15, 1982: 27). (Produktivitas dalam ekonomi adalah perbandingan tentang apa yang dihasilkan dengan apa yang dibutuhkan untuk menghasilkan itu); dan

3. productivity refers to a class of empirical output – input rations that is widely used in economic history, economic analysis and economic policy (The Encyclopedy of Social Science, Vol 12, 1972: 523). (Produktivitas mengacu pada suatu kelas perbandingan antara hasil pengalaman dan pengetahuan dengan masukan pengalaman dan pengetahuan hal itu meluas sehingga digunakan dalam sejarah ekonomi, analisis ekonomi dan kebijakan ekonomi).

Inti dari pengertian produktivitas yang diungkapkan diatas ialah menyangkut perbandingan hasil yang diperoleh dengan sumber-sumber ekonomi yang digunakan.

Ada yang menyatakan bahwa produktivitas ialah kuantitas atau volume dari produk atau jasa yang diahasilkan. Akan tetapi banyak pandangan menyatakan bahwa produktivitas bukan hanya kuantitas, tetapi juga kualitas produksi yang dihasilkan, yang harus juga dipakai sebagai pertimbangan mengukur tingkat produktivitas. Seperti dinyatakan dalam pengertian berikut ini.

Productivity means quality of output as well as quantity. Productivity refers to the output per man hour in anyone, company or organization. Produktivity refern to the ration of output to input by industry of section of the economy (Ray A. Killian, 1976: 120).

Pandangan di atas ada yang termasuk pandangan tradisional dan ada yang termasuk pandangan modern tentang produktivitas. Pandangan tradisional memfokuskan pada perbandingan antara output fisik dan resources inputs.

Kemudian ada lagi pengertian produktivitas yang kelihatannya lebih komprehensif ialah yang dikemukakan oleh Paul Mali (1978: 6) yang menyatakan, ”Productivity is the meansure of how well resources are brought together in organization and utilized for accomplishing a set of results. Productivity is resources”. Paul Mali mengungkapkan bahwa produktivitas bukanlah produksi, bukan performans, buakan pula hasil. Dikatakan bahwa baik produksi, performans, maupun hasil merupakan komponen produktivitas.

Dalam hal ini ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. seperangkat hasil atau performans. Di sini kita melihat efektivitas, dan
2. penggunaan sumber-sumber, ini menyangkut efisiensi.
Untuk mengkaji kedua hal di atas dapat diajukan pertanyaan: Hasil apa yang diinginkan oleh organisasi (menyangkut efektivitas) dan sumber-sumber apa yang dikorbankan (menyangkut efisiensi).

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/