Pengertian Sejarah Pendidikan Islam

Pengertian Sejarah Pendidikan Islam

Pengertian Sejarah Pendidikan Islam

            Pengertian Sejarah secara etimologis berasal dari kata arab “syajarah” yang mempunyai arti “pohon kehidupan”. Dalam bahasa Asing lainnya, peristilahan sejarah disebut histore (Perancis), geschicte (Jerman), histoire atau geschiedenis (Belanda), dan history (Ingris).[1] Ada juga yang mengistilahkan sejarah dari kata tarikh atau sirah (bahasa Arab) yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu istoria yang berarti ilmu. Dalam penggunaannya, filosuf Yunani memakai kata istoria untuk pertelaan sistematis mengenali gejala alam. Perkembangan selanjutnya, istoria dipergunakan untuk pertelaan mengenai gejala-gejala ”terutama hal ihwal manusia” dalam urutan kronologis.[2]

Menurut Ibn Khaldum, sejarah ialah menunjuk kepada peristiwa-peristiwa istimewa atau penting pada waktu atau ras tertentu. Sedangkan menurut Al-Maqrizi, bahwa sejarah ialah memberikan informasi tentang sesuatu yang pernah terjadi di dunia, yang di perkuat oleh Guralnik. Meskipun terdapat perbedaaan dalam penekanan teorinya namun mereka sepakat, bahwa sejarah adalah masa lalu yang tidak hanya sekedar memberi informasi tentang terjadinya peristiwa, tetapi juga memberi interpretasi yang terjadi dengan melihat kepada hukum kausalita.[3]

Pendidikan menurut Pancasila dan UUD 1945 pendidikan adalah  usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya (akal pikiran, hati, dan jasmani). Ada juga yang menyatakan Pendidikan adalah segala pengalaman belajar dalam lingkungan dan sepanjang hidupnya. Di dalam GBHN tahun 1973, pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup.  Dari pernyataan di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa pendidikan adalah usaha sadar manusia untuk meningkatkan kepribadian dan kemampuan yang berdasarkan pengalaman  dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya  di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup.

Islam secara harfiyah berasal dari bahasa Arab yang mengandung arti selamat, sentosa dan damai. Arti pokok Islam adalah ketundukan, keselamatan dan kedamaian.[4] Sedangkan menurut istilah Islam adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada masyarakat manusia melalui Nabi Muhammad SAW. Sebagai rasul Nabi Muhammad membawa Islam pada hakikatnya terdapat ajaran-ajaran yang bukan hanya mengenai satu segi, tetapi mengenai berbagai segi dari kehidupan manusia[5] Sedangkan Sejarah Pendidikan Islam itu sendiri adalah adalah perkembangan atau kemajuan suatu pendidikan yang mencakup pada semua ruang lingkup agama Islam.

2.2 Biografi Singakat al-Ma’mun

Nama lengkap khalifah ini adalah Abdullah Abbas Al-Ma’mun. Abdullah al-Ma’mun dilahirkan pada tanggal 15 Rabi’ul awal 170 H/ 786 M. Bertepatan dengan wafat kakeknya Musa Al-Hadi dan naik tahta ayahnya, Harun Al-Rasyid. Al-ma’mun termasuk putra yang jenius, sebelum usia 5 tahun ia dididik agama dan membaca Al-Qur’an oleh dua orang ahli yang terkenal bernama kasai Nahvi dan Yazidi.

Al-Ma’mun beribukan seorang bekas hamba sahaya bernama Marajil. Selain belajar Al-Qur’an, ia juga belajar Hadits dari Imam Malik di Madinah. Kitab yang digunakan adalah karya Imam Malik sendiri, yaitu kitab Al-muwatha. Disamping ilmu-ilmu itu, ia juga pandai Ilmu sastra, belajar Ilmu tata Negara, hukum filsafat, astronomi, dan lain sebagainya. Sehingga ia dikenal sebagai pemuda yang pandai. Setelah berhasil mengatasi berbagai konflik internal, terutama dengan saudara nya bernama Al-Amin, akhirnya Al-Ma’mun menggapai cita-citanya menjadi khalifah pada tahun 198 H/ 813 H.[6]\

2.3 Sejarah Pendidikan Islam pada masa Khalifah al-Ma’mum

            Sebelum kita membahas tentang Sejarah Pendidikan Islam pada Masa Al-Ma’mun alangkah baiknya kita mengulas sedikit Sejarah Pendidikan Islam pada Masa Kejayaan supaya mudah dimengerti. Masa kejayaan pendidikan Islam merupakan satu periode dimana pendidikan Islam berkembang pesat yang ditandai dengan berkembangnya lembaga pendidikan Islam dan madrasah (sekolah-sekolah) formal serta universitas-universitas dalam berbagai pusat kebudayaan Islam. Lembaga-lembaga pendidikan sangat dominan pengaruhnya dalam membentuk pola kehidupan dan pola budaya umat Islam. berbagai ilmu pengetahuan yang berkembang melalui lembaga pendidikan itu menghasilkan pembentukan dan pengembangan berbagai macam aspek budaya umat Islam.

Pada masa kejayaan ini, Pendidikan Islam merupakan jawaban terhadap tantangan perkembangan dan kemajuan kebudayaan Islam. kebudayaan Islam telah berkembang dengan cepat sehingga mengungguli dan bahkan menjadi puncak budaya umat manusia pada masa itu. Pendidikan Islam mencapai puncak kejayaan pada masa dinasti Abbasiyah, yaitu pada masa pemerintahan Harun ar-Rasyid (170-193 H). Karena beliau adalah ahli ilmu pengetahuan dan mempunyai kecerdasan serta didukung negara dalam kondisi aman, tenang dan dalam masa pembangunan sehingga dunia Islam saat itu diwarnai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Kekuasan Bani Umayah berakhir atas pembenrintakan yang dimotori oleh Abu Al-Abbas dari Bani Abbas yang bekerja sama dengan Abu Muslim Al-Khurasani dari Syi’ah. Pendiri Dinasti Abbas itu adalah Abu Al-Abbas (750-754 M). Khalifah yang termasyhur dari Bani Abbas adalah Harun Al-Rasyid (785-809 M) dan Al-Ma’mun (813-833), kekayaan Negara dipergunakan  mereka untuk mendirikan rumah sakit, pendidikan kedokteran, sekolah farmasi, menggaji penerjemah dan pemandian-pemandian umum.[7]

sumber :