Perencanaan tenaga kerja

Perencanaan tenaga kerja


Perencanaan tenaga kerja adalah cara menentukan kebijakan karyawan yang berkaitan dengan stabilitas tenaga kerja, jadwal kerja, dan aturan kerja.
1. Kebijakan Stabilitas Tenaga Kerja
Stabilitas tenaga kerja berkaitan dengan jumlah karyawan yang dipelihara oleh sebuah organisasi pada waktu tertentu. Terdapat dua kebijakan dasar yang berkaitan dengan stabilitas :
– Ikuti permintaan dengan tepat
– Menjaga jumlah karyawan konstan

2. Jadwal Kerja
Ada beberapa variasi penjadwalan kerja :
– Flextime, mengizinkan karyawan untuk menentukan jadwal mereka masing – masing. Kebijakan ini memberikan ini memberikan otonomi dan kebebasan yang lebih pada sisi karyawan.
–  Minggu Kerja yang Fleksibel, dimana jumlah hari yang kerjanya lebih sedikit, tetapi jam kerjanya lebih panjang. Penjadwalan ini berlaku bagi banyak fungsi operasi – selama pemasok dan pelanggan dapat diakomodasi.
– Jam kerja yang lebih pendek alih – alih yang panjang, mengubah status karyawan menjadi status paruh waktu. Pilihan ini bisanya menarik dalam industry jasa, dimana keperluan karyawan saat beban yang tinggi sangat diperlukan.

3. Penggolongan Kerja dan Peraturan Kerja
Penggolongan kerja dan peraturan kerja membatasi fleksibelitas karyawan
dalam bekerja yang akan mengurangi fleksibelitas operasi. Oleh karena itu
semakin besar fleksibelitas perusahaan untuk menetapkan jadwal kerja, maka perusahaan akan semakin efisien dan cepat tanggap.

 

 Rancangan kerja

Rancangan kerja adalah menetapkan tugas-tugas yang terkandung dalam suatu pekerjaan bagi seseorang atau sebuah kelompok. Terdapat lima komponen rancangan kerja:
• spesialisasi pekerjaan
• ekspansi pekerjaan
• komponen psikologis
• tim yang mandiri
• motivasi dan sistem insentif.

 Spesialisasi Pekerjaan
Spesialisasi pekerjaan akan mengurangi biaya tenaga kerja montir yang
memiliki banyak keahliaan. Hal ini dapat dicapai dengan beberapa cara berikut :
Pengembangan ketangkasan dan pembelajaran yang lebih cepat oleh karyawan
karena adanya pengulangan.
• Lebih sedikit waktu yang terbuang karena karyawan tidak perlu mengubah
pekerjaan atau perangkat kerja.
• Pengembangan perangkat- perangkat khusus dan pengurangan investasi
karena setiap karyawan hanya memiliki sedikit perangkat kerja yang
dibutuhkan untuk tugas tertentu.

Keterbatasan utama spesialisasi utama spesialisasi pekerjaan adalah kegagalan
sistem ini untuk memampukan seorang karyawan melakukan pekerjaan secara
keseluruhan.

sumber :
https://www.ooongk.com/seva-mobil-bekas/