Persepsi Interpersonal

Persepsi Interpersonal

            Persepsi sosial kini memperoleh konotasi baru sebagai proses mempersepsi objek-objek dqn peristiwa-peristiwa sosial. Manusia yang dijadikan objek persepsi, maka disebut sebagai persepsi interpersonal dan persepsi pada objek selain manusia maka disebut persepsi objek. Perbedaan antara keduannya yaitu :

Pertama : Persepsi objek, stimuli ditangkap oleh alat indera kita melalui benda-benda fisik : gelombang, cahaya, gelombang suara, temperatur dan sebagainya. Persepsi interpersonal, stimuli mungkin sampai kepada kita melalui lambang-lambang verbal atau grafis yang disampaikan pihak ketiga.

Kedua : Bila kita menanggapi objek, kita hanya menanggapi sifat-sifat luar objek itu; kita tidak meneliti sifat-sifat batiniah objek itu. Ketika kita melihat papan tulis, kita tidak pernah mempersoalkan bagaimana perasaannya ketika kita amati. Persepsi interpersonal, kita mencoba memahami apa yang tidak tampak pada alat indera kita. Kita tidak hanya melihat perilakunya, kita juga melihat mengapa ia berperilaku seperti itu. Kita mencoba memahami bukan saja tindakan, tetapi juga motif tindakan itu. Dengan demikian, stimuli kita menjadi sangat kompleks. Kita tidak akan mampu ”menangkap” seluruh sifat orang lain dan berbagai dimensi perilakunya. Kita cenderung memilih stimuli tertentu saja. Ini jelas membuat persepsi interpersonal lebih sulit, ketimbang persepsi objek.

Ketiga : Ketika kita mempersepsi objek, objek tidak bereaksi kepada kita, kita pun tidak memberikan reaksi emosional padanya. Dalam persepsi interpersonal, faktor-faktor personal kita, dan karakteristik orang yang ditanggapi serta hubungan kita dengan orang tersebut, menyebabkan persepsi interpersonal sangat cenderung untuk keliru.

 

2)   Konsep Diri

 

            Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita. Persepsi tentang diri ini boleh bersifat psikologi, sosial dan fisis. Konsep diri bukan hanya sekadar gambaran deskriptif, tetapi juga penilaian kita tentang diri kita. Jadi, konsep diri meliputi apa yang kita pikirkan dan apa yang kita rasakan tentang diri kita. Karena itu, Anita Taylor et al. mendefinisikan konsep diri sebagai ”all you think and feel about you, the entire complex of beliefs and attitudes you hold about yourself” ( 1977 :98).

 

smber :

https://solopellico3p.com/beli-mobil-bekas/