Pertama di Dunia, Mantan Panglima TNI Gatot Resmikan Asrama Murojaah

Pertama di Dunia, Mantan Panglima TNI Gatot Resmikan Asrama Murojaah

Pertama di Dunia, Mantan Panglima TNI Gatot Resmikan Asrama Murojaah

Pertama di Dunia, Mantan Panglima TNI Gatot Resmikan Asrama Murojaah
Pertama di Dunia, Mantan Panglima TNI Gatot Resmikan Asrama Murojaah

Setelah lama tak muncul di tengah hingar bingar perpolitikan pilpres 2019, mantan Panglima TNI Jenderal (Pur) Gatot Nurmantyo ternyata sedang fokus dengan aktivitas sosial keagamaan. Khususnya dalam melestarikan budaya membaca dan menghapal Kitab Suci Al Quran.

Baru-baru ini, dirinya menghadiri acara peletakan batu pertama Asrama Murojaah di Bogor, Jawa Barat. Acara itu dihadiri para hafizh Quran, ulama, dermawan, tokoh masyarakat. Hadir pula Bupati Bogor, Hj Ade Yasin.

“Murojaah itu adalah menjaga hafalan Al-Quran dengan terus-menerus mengulangnya guna meraih mutqin (kuat) dalam bacaan, hafalan, pemahaman, dan pengamalan yang menjadi impian seluruh para hafizh Quran. Yakni, bukan tentang kuantitas tapi kualitas,” kata Ketua Pembina Indonesia Murojaah Achmad Deni Daruri dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com.

Menurut Deni, Tren tahfizh di Indonesia, bahkan di dunia, tidak berjalan sejajar dengan trand murojaah. Akibatnya, lebih dari 99 persen para penghafal Al-Quran Indonesia terkendala murojaah, sementara merojaah adalah fardhu ain.

“Lebih wajib dan lebih penting dari pada menghafalnya,” lanjut Presiden Direktur Center of Banking Crisis (CBC) itu.

Dari sinilah, sejak dua tahun lalu, gerakan Indonesia Murojaah

tampil di tengah masyarakat tahfizh, sebagai ormas dan yayasan yang bergerak menampung aspirasi para hafizh Quran Indonesia, sekaligus menghadirkan atmosfir murojaah dan menyediakan fasilitas murojaah dengan berkontor pusat di Masjid An-Nahl The Icon BSD City, Tangerang Selatan, Banten.

“Karena itu demi mewujudkan murojaah yang merupakan bagian inti dari tahfizh Quran, Indonesia Murojaah membangun Asrama pertama di Indonesia, bahkan di Dunia yang berlokasi di PPTQ Al-Mustaqimiyyah, Sadeng, Bogor, Jawa Barat,” paparnya.

Ikhitar tersebut tidak dijalankan seorang diri, tetapi melalui donasi berjamaah para dermawan yang mengerti dan peduli pada nasib tahfizh di Indonesia.

Pendiri Indonesia Murojaah, KH Deden Muhamamd Makhyaruddin,

dalam sambutannya menceritakan awal mula pendirian Asrama Murojaah An-Najaba 1.

“Saya kumpulin ada berapa saldo di rekening saya. Rupanya tragis. Dan, saya mengajak kepada para hafizh Quran untuk patungan infaq. Terkumpul, alhamdulillah, sekitar 20 juta. Saya pikir sudah bisa memulai,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, banyak para donatur yang berasal dari kalangan mahasiswa penghafal Quran. Meski masih kuliah dan belum memiliki penghasilan tetap, namun mereka yakin dan mantap menjadi bagaian dari pembangunan Asarama Murojaah ini.

“Ada mahasiswa dari Makassar saking ingin ikutnya, untuk menghasilkan Rp 50 ribu

, patungan sepuluh orang. Baru bisa transfer,” imbuhnya.

Langkah berikutnya yang diambil olehnya adalah mengajak seluruh kalangan masyarakat untuk ikut dalam program Infaq Murojaah. InsyaAllah, semua yang mendonasikan rezekinya akan mendapatkan pahala seperti penghafal Quran.

“Asrama Murojaah pertama di dunia berada di Indonesia, Indonesianya Jawa Barat, Jawa Baratnya Bogor, Bogornya Sadeng, dan Sadengnya Al-Mustaqimiyah,” imbuhnya.

Al-Mustaqimiyyah sendiri adalah Pesantren Tahfizh pertama di Bogor Barat. Pesantren ini adalah icon hafizh Quran mutqin yang murojaah. Didirikan oleh hafizah pertama dari Jawa Barat yang meraih juara 1 di tingkat Nasional.

 

Sumber :

https://thesrirachacookbook.com/contoh-wawancara/