Sejarah Singkat KAA, Solidaritas Negara-Negara Asia Afrika

Sejarah Singkat KAA, Solidaritas Negara-Negara Asia Afrika

Sejarah Singkat KAA, Solidaritas Negara-Negara Asia Afrika

 

Sejarah Singkat KAA, Solidaritas Negara-Negara Asia Afrika

 

SETIAP tahun digelar acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Konferensi Asia Afrika (KAA)

Tahukah anda sejarah munculnya KAA? Berikut kisah singkatnya yang akan terbagi dalam dua bagian bersambung.

Setelah Perang Dunia II berakhir, telah muncul dua kekuatan adidaya baru yang saling berhadapan, yaitu negara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Amerika Serikat memelopori berdirinya Blok Barat atau Blok Kapitalis (liberal), sedangkan Uni Soviet memelopori kemunculan Blok Timur atau Blok Sosialis (komunis). Dua kekuatan adidaya tersebut membuat dunia semakin memanas.

Di beberapa belahan dunia masih ada masalah dan muncul masalah baru

Sejak abad ke-15, kawasan Asia-Afrika mengalami masalah penjajahan yang krusial walaupun sejak tahun 1945 memperoleh kemerdekaannya. Negara-negara yang memperoleh kemerdekaan diantaranya Indonesia (17 Agustus 1945), Republik Demokrasi Vietnam (2 September 1945), Filipina (4 Juli 1946), Pakistan (14 Agustus 1947), India (15 Agustus 1947), Birma (4 Januari 1948), Ceylon (4 Februari 1948), dan Republik Rakyat Tiongkok (1 Oktober 1949).

Selain negara-negara tersebut namun masih banyak negara lain yang masih berjuang memperoleh kemerdekaannya, diantaranya  Aljazair, Tunisia, Maroko, Kongo, dan wilayah Afrika lainnya. Beberapa Negara Asia Afrika yang telah merdeka pun masih banyak yang menghadapi masalah sisa penjajahan seperti daerah Irian Barat, Kashmir, Aden, dan Palestina.

Pada awal tahun 1954

Perdana Menteri Ceylon, Sir John Kotelawala, mengadakan suatu pertemuan informal dengan mengundang para perdana menteri dari Birma (U Nu), India (Jawaharlal Nehru), Indonesia (Ali Sastroamidjojo), dan Pakistan (Mohammed Ali). Presiden Indonesia, Soekarno, menekankan kepada Perdana Menteri Indonesia, Ali Sastroamidjojo, untuk menyampaikan ide diadakannya Konferensi Asia Afrika pada pertemuan Konferensi Kolombo. Ide tersebut bertujuan untuk membangun solidaritas negara-negara Asia Afrika dan telah dilakukan melalui pergerakan nasional melawan penjajahan yang merupakan cita-cita bersama selama hampir 30 tahun telah didengungkan.

Negara Indonesia

Negara Indonesia memilih sifat politik luar negeri bebas aktif, artinya bangsa Indonesia tidak memihak pada salah satu blok yang ada di dunia. Bangsa Indonesia berhak bersahabat dengan negara mana pun, tanpa ada unsur ikatan tertentu. Bebas berarti bangsa Indonesia memiliki cara tersendiri dalam menanggapi masalah internasional. Aktif berarti bangsa Indonesia secara aktif ikut mengusahakan terwujudnya perdamaian dunia.

Konferensi Pendahuluan yang diadakan sebelum Konferensi Asia Afrika diantaranya sebagai berikut Konferensi Kolombo (Konferensi Pancanegara I) pada tanggal 28 April–2 Mei 1954 dan Konferensi Bogor (Konferensi Pancanegara II) pada tanggal 22–29 Desember 1954.

 

Artikel Terkait: