SENIMAN MASUK SEKOLAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2017

SENIMAN MASUK SEKOLAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2017

SENIMAN MASUK SEKOLAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2017

 

SENIMAN MASUK SEKOLAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2017

Sekolah sebagai institusi formal, selama ini telah berusaha menjalankan fungsi akademisnya dengan mengembangkan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik secara seimbang

Namun demikian keseimbangan pada aspek lain yaitu sosial dan emosional harus diperhatikan pula. Keseimbangan tersebut merupakan hak anak sebagai peserta didik yang memiliki beragam kecerdasan, minat, bakat, sehingga mampu mengembangkan kecerdasannya secara komprehensif dan utuh (holistik). Hal ini sejalan dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, juga menjadi salah satu perangkat (tools) nilai strategis untuk membentuk karakter dan jati diri bangsa.

Demikian juga Sekolah sebagai lembaga yang dipandang efektif sebagai wahana pewarisan budaya, sehingga keragaman dan kekayaan karya seni budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Jawa Barat yang memiliki ciri sebagai penanda identitas daerah dan cerminan dari kearifan lokal menjadi tetap lestari di lingkungan generasi muda, khususnya di kalangan Siswa.

Sehubungan dengan hal tersebut

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui Balai Pengembangan Bahasa dan Kesenian Daerah (BPBKD), sesuai arahan koordinatif dari Direktur Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemdikbud RI mengupayakan pembinaan kesenian melalui Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Provinsi Jawa Barat Tahun 2017.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Program peningkatan kompetensi seni pertunjukan (seni tari, seni musik, dan seni teater), seni rupa, dan seni media di tingkat satuan pendidikan. Sekaligus merupakan wujud pelaksanaan tugas dan fungsi BPBKD Disdik Jabar yaitu sebagai fasilitator dan pemberi bimbingan Bidang Bahasa dan Kesenian Daerah.

“Program ini untuk membangun iklim sekolah yang menyenangkan, mengasyikkan, mencerdaskan, dan menguatkan. Kegiatan GSMS diharapkan juga dapat menciptakan warga sekolah yang dapat mengapresiasi Seni Budaya di Masyarakatnya.` Ujar Kepala Balai Pengembangan Bahasa dan Kesenian Daerah (BPBKD) Disdik Jabar, Drs. H. Hasan R. Husen, M.Pd., di sela-sela Rapat Teknis persiapan pelaksanaan GSMS Prov. Jabar 2017 di Ruang Pabukon BPBKD Disdik Jabar, yang dihadiri pula oleh Kepala Balai Pengelolaan Taman Budaya dan perwakilan dari Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Prov. Jabar, Senin, (22/08).

GSMS

GSMS ini merupakan kegiatan yang dapat membantu dan menfasilitasi keterbatasan sekolah dalam menghadirkan guru seni budaya yang selama ini menjadi kendala di satuan pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA/SMK, karena dalam pelaksanaannya akan memberdayakan 50 Seniman dari berbagai cabang seni yang akan melatih para siswa di 50 sekolah sasaran jenjang SD, SMP, SMA/SMK yang tersebar di Jawa Barat.

Sementara itu ditemui terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat

Dr. Ir. H. Ahmad Hadadi, M.Si., mengungkapkan sangat mendukung penuh terlaksananya program ini, karena semangat GSMS sebagai salah satu upaya pemerintah yang bersifat menyeluruh dengan melibatkan warga sekolah dan masyarakat dalam memicu dan memacu kapasitas seni budaya yang kaya dan beragam di Indonesia, juga sebagai media filterisasi dari budaya asing yang dapat mengikis moral generasi muda,

`Program GSMS ini pun sangat sesuai dengan Semangat Nawacita poin ke-9 yaitu untuk memperteguh Kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui penguatan kebhinekaan` Pungkasnya.

 

Sumber: https://pengajar.co.id/