Sifat-Sifat Penyimpangan

Sifat-Sifat Penyimpangan

Sifat-Sifat Penyimpangan

Sifat-Sifat Penyimpangan
Sifat-Sifat Penyimpangan

Dilihat dari sifatnya, penyimpangan sanggup dibedakan menjadi dua macam, ialah penyimpangan sosial yang bersifat konkret dan yang bersifat negatif.

a. Penyimpangan yang Bersifat Positif

Penyimpangan yang bersifat konkret merupakan suatu bentuk penyimpangan atau sikap yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku, tetapi memiliki efek konkret terhadap dirinya maupun masyarakat. (https://blog.fe-saburai.ac.id/pengertian-seni-rupa-murni-jenis-gambar-dan-10-contohnya/)

Penyimpangan ini memperlihatkan unsur inovatif dan kreatif sehingga sanggup diterima oleh masyarakat, meskipun caranya masih belum umum atau menyimpang dari norma yang berlaku.

Contoh penyimpangan positif

Misalnya, pada masyarakat yang masih tradisional, perempuan yang melaksanakan kegiatan atau menjalin profesi yang umum dilakukan oleh pria menyerupai berkarir di bidang politik, Wanita yang berkarir di bidang politik merupakan teladan penyimpangan yang bersifat positif, menjadi pembalap, sopir taksi, anggota militer dan lain-lain oleh sebagian orang masih dianggap tabu. Namun hal tersebut memiliki efek positif, ialah emansipasi wanita.

b . Penyimpangan yang Bersifat Negatif

Penyimpangan yang bersifat negatif merupakan penyimpangan yang cenderung mengarah pada tindakan yang dipandang rendah, berdampak jelek serta merugikan bagi pelaku dan juga masyarakat.

Bobot penyimpangan negatif sanggup dilihat dari norma-norma atau nilai-nilai yang telah dilanggar. Pelanggaran terhadap norma-norma kesopanan dinilai lebih ringan dibanding pelanggaran terhadap norma hukum.

Contoh penyimpangan negatif

Contoh penyimpangan yang bersifat negatif, membolos, pembunuhan, pencurian, korupsi, dan sebagainya.

Penyimpangan bersumber dari pergaulan yang berbeda (differential association) yang dipelajari melalui proses alih budaya.

Individu yang menyerap suatu subkebudayaa menyimpang (deviant subculture) dari kelompok-kelompok atau lingkungan tertentu dalam masyarakat akan cenderung berperilaku menyimpang.