Sistem Ekonomi dan Kebijakan Fiskal Pada Masa Khulafaur Rasyidin

Sistem Ekonomi dan Kebijakan Fiskal Pada Masa Khulafaur Rasyidin

  1. Pada  Masa Abu Bakar ash-Shidiq

Setelah Rasulullah SAW wafat, Abu Bakar ash-Shidiq yang bernama lengkap Abdullah bin Abu Quhafah at-Tamimi terpilih sebagai khalifah islam yang pertama. Abu Bakar terpilih sebagai khalifah dengan kondisi miskin, sebagai pedagang dengan hasil yang kurang mencukupi kebutuhan keluarga. Ia merupakan pemimpin agama sekaligus kepala Negara kaum muslimin. Pada masa Abu Bakar inilah dimulai pengajian terhadap Khalifah, hal ini dilakukan agar khalifah berkonsentrasi dalam mengurus negara, sehingga kebutuhan keluarga Khalifah diurus oleh kekayaan dari baitulmal. Menurut beberapa keterangan beliau diperbolehkan mengambil2,5 atau 2,75 dirham setiap harinya dengan tambahan makanan dan pakaian. Setelah berjalannya waktu ternyata tunjangan tersebut kurang mencukupi, sehingga ditetapkan 2000 atau 2500 dirham, bahkan ada yang mencatat sampai dengan 6000 dirhan pertahun.

Pada masa pemerintahannya yang hanya berlangsung dua tahun, Abu Bakar ash-Shidiq banyak menghadapi persoalan dalam negeri yang berasal dari kelompok murtad, nabi palsu dan pembangkang zakat berdasarkan hasil musyawarah dengan para sahabat yang lain, ia memutuskan untuk memerangi kelompok tersebut, apa yang disebut perang Riddhah. Setelah berhasil menyelesaikan urusan dalam negeri, Abu Bakar ash-Shidiq mulai melakukan ekspansi kewilayah utara untuk menghadapi pasukan romawi dan Persia yang selalu mengancam kedudukan umat islam. Namun, ia meninggal dunia sebelum usaha dilakukan.

Dalam usahanya meningkatkan kesejahteraan ummat islam, Abu Bakar ash-Shidiq melaksanakan berbagai kebijakan ekonomi seperti yang telah dipraktikkan Rasulullah SAW. Langkah-langkah yang dilakukan diantaranya :

  1. Perhatian terhadap keakuratan perhitungan zakat.
  2. Pengembangan pembangunan Baitulmal dan penanggung jawab Baitulmal.
  3. Menerapkan konsep balance budget pada Baitulmal. Dimana seluruh pendapatan langsung di distribusikan tanpa ada cadangan sehingga saat beliau wafat hanya 1 dirham yang tersisa pada perbendaharaan negara.
  4. Melakukan penegakan hukum terhadap pihak yang tidak mau membayar zakat dan pajak kepada pemerintah.
  5. Secara individu Abu Bakar ash-Shidiq adalah seorang praktisi akad-akad perdagangan.
  6. Pada Masa Umar bin Khatab

Umar menjalankan pemerintahan setelah Abu bakar hanya selama 10 tahun, akan tetapi kebijakan perekonomian yang ditempuh telah memiliki dampak dan pengaruh cukup signifikan terhadap kemajuan perekonomian umat. Umar telah meletakkan dasar-dasar perekonomian yang cukup kuat dengan berdasarkan jepada keadilan dan kebersamaan. Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, sumber pendapatan negara bertambah dengan adanya sistem sewa tetap karna adanya kebijakan pemerintah yang menguasai faktor-faktor produksi seperti tanah, tenaga kerja, dan lainnya tidak lagi menjadi milik individu. Umar berpendapat bahwasannya melakukan aktifitas produksi lebih baik daripada mengkhususkan waktu untuk ibadah-ibadah sunnah da mengandalkan manusia dalam mencukupi kebutuhannya.

baca juga :