Sistem Integumen

Sistem Integumen

Ikan merupakan organisme vertebrata yang hidup di perairan, baik di perairan terlindung maupun pada perairan terbuka. Dalam mempelajari tentang ikan , ada yang dikenal sebagai ilmu morfologi ikan dan sistem integumen pada ikan yaitu mempelajari ikan dari bagian luar seperti dengan melihat dan mengamati ikan secara langsung baik berupa bentuk tubuh maupun bentuk mulut serta bentuk sisiknya, sistem integumen pada ikan yakni mencakup bentuk ekor dan sirip serta bagaimana hubungan dari bentuk-bentuk tersebut dengan interaksinya dengan dunia luar (Dwijosaputera, 1994).

Pada bagian luar tubuh ikan terdapat kulit serta derifat-derifatnya yang berfungsi untuk membungkus dan melindungi bagian dalam tubuh ikan, yang dikenal dengan istilah sistem integumen. Pada sistem integumen terdapat beberapa bagian yang penting bagi ikan, misalnya adanya kelenjar racun pada sebagian jenis ikan tertentu, adanya kelenjar warna yang berfungsi untuk memberi warna pada tubuh ikan.

4.2.4 Meristik ikan cakalang

            Menurut Affandi et al. (1992), karakter meristik pada ikan bertulang sejati, terdiri dari jari-jari sirip keras yang tidak beruas, tidak mudah dibengkokkan, dan jari-jari lemah yang bersifat transparan, beruas dan mudah dibengkokkan. Jari-jari keras dilambangkan dengan angka romawi walupun jari-jari tersebut pendek atau rudimeter, sedangkan jari-jari lemah dilambangkan dengan angka biasa. Jari-jari sirip lemah umumnya bercabang-cabang. Pada penghitungan jumlah jari-jari sirip, biasanya yang digambarkan hanya jumlah pangkal jari-jari yang nyata terlihat,sedangkan untuk penghitungan jumlah jari-jari tidak bercabang, satu jari-jari tidak bercabang harus dianggap sebagai jari-jari bercabang, yaitu jari-jari lemah yang secara morfologis mengeras. Pada sirip punggung dan sirip dubur, dua jari-jari yang terakhir dihitung sebagai satu jari-jari pokok. Perumusan pada sirip ekor menggambarkan jumlah jari-jari pokok. Pada ikan yang sirip ekornya memiliki jari-jari bercabang, jumlah jari-jari sirip ini ditentukan sebanyak jumlah jari-jari bercabang tambah satu.

sumber :

https://www.ayoksinau.com/seva-mobil-bekas/