Syarat Syarat Jurnalis yang Baik

Syarat Syarat Jurnalis yang Baik

Syarat Syarat Jurnalis yang Baik

Syarat-syarat wartawan yang baik menurut Arpan dan Rochady (1988: 50-62) sebagai berikut:

1. Bahasa

Syarat pertama menjadi wartawan yang baik adalah penguasaan bahasa yang baik. Wartawan harus tahu segala aspek bahasa dan penggunaannya sedemikian rupa bagi kelancaran mengemukakan apa yang dikehendaki untuk diketahui orang. Untuk itu, seorang wartawan harus banyak berlatih menulis untuk mencapai kecakapan menulis.

2. Ilmu Jiwa Kemanusiaan

Ilmu jiwa kemanusiaan juga merupakan hal yang mutlak diketahui wartawan, karena wartawan sendiri adalah bagian dari masysrakat. Dari ilmu jiwa kita dapat mengetahui mengapa orang menjadi takut terhadap sesuatu, mengapa orang dapat tertawa, mengapa orang pada suatu saat menunjukkan gejala menyendiri, dan banyak lagi hal mengenai perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sangat penting karena pekerjaan wartawan itu justru berada di tengah-tengah kegiatan manusia sebagai bahan yang perlu diolah. Wartawan harus tahu bagaimana menghadapi reaksi tertentu dari orang-orang.

3. Berpengatahuan Luas

Seorang wartawan harus mempunyai pengetahuan yang luas. Keluasan pengetahuan ini tidak hanya meliputi persoalan atau bidang yang sedang dihadapinya, akan tetapi banyak persoalan yang luas secara menyeluruh dan umum. Wartawan yang baik akan berusaha membaca berbagai macam buku dalam tiap bulannya.

4. Pembagian Waktu Sehari-hari

Melalui sebuah perumpamaan, Arpan mengungkapkan bahwa orang yang sibuk dan punya segudang ektivitas harus pandai membagi waktu terutama dalam mengembangkan dirinya sendiri.

5. Membaca Terus

Di tengah-tengah kesibukannya, wartawan harus selalu menyempatkan diri untuk mengembangkan pengetahuannya dengan cara membaca buku, majalah, surat kabar, maupun sumber informasi lainnya.
Bagi wartawan yang baik, memang tidak dipungkiri untuk membaca secara terus-menerus, sebab dengan kehidupannya sebagai wartawan, ia sudah menempatkan dirinya pada garis terdepan dari setiap kejadian dan perkembangan dunia dalam setiap detiknya. Bahkan harus jauh lebih maju dari keadaan itu dan juga menjadi ahli dalam persolan tertentu.

6. Kematangan Pikiran atau Kedewasaan

Memiliki kedewasaan atau kematangan pikiran, artinya wartawan harus memiliki landasan unsur yang sehat tentang etika dan rasa tanggung jawab atas perkembangan kebudayaan masyarakat dimana wartawan itu bekerja. Hal ini berkaitan dengan usaha untuk memperoleh kepercayaan umum. Usaha untuk memperoleh kepercayaan umum bagi wartawan merupakan karya yang membutuhkan waktu panjang. Disamping itu, kepercayaan itu baru akan dapat diperoleh bila wartawan sendiri memiliki etika yang kuat dan rasa tanggung jawan yang besar.

7. Ketajaman Pikiran

Syarat terahir ini bagi wartawan yang baik adalah ketajaman pikiran, cerdas, serta lincah menghadapi segala persoalan yang terjadi dalam kehidupan dan perkembangan masyarakat. Satu-satunya jalan dan cara untuk dapat mencapai kecakapan tersebut, ialah dengan cara belajar dengan sungguh-sungguh sampai tingkat pengetahuan tinggi, belajar dan membiasakan diri berpikir kritis/tajam, berperasaan yang halus dan berusaha memupuk intelektualitas pribadi secara jujur sehingga akhirnya akan mampu menghadapi persoalan yang begitu kompleks dan banyak komplikasinya.