Tahap Genital

Tahap Genital

Tahapan ini terjadi mulai dari masa puber dan seterusnya. Tahap genital adalah saat kebangkitan seksual; sumber kesenangan didapat dari seseorang yang berada di luar keluarga. Freud percaya bahwa konflik yang tidak terpecahkan dengan orang tua muncul selama masa remaja. Jika konflik tersebut dapat dipecahkan, seseorang mampu mengembangkan hubungan cinta yang matang dan mampu bertindak secara mandiri sebagai orang dewasa.

Jika seseorang berhasil melewati begitu banyak tantangan pada masa awal kanak-kanak dan masih memiliki energi seksual yang cukup (artinya, tanpa terjadinya fiksasi yang kuat), seharusnya ia memiliki hidup yang cukup normal, yang didominasi oleh tahap genital (genital stage).  Dengan kata lain, Freud berpendapat bahwa jika seseorang tidak terperangkap atau terjebak dalam tahap perkembangan sebelumnya, masa remaja menandai dimulainya kehidupan dewasa dengan kenormalan hubungan seksual, pernikahan, dan pengasuhan anak.

Perubahan hormon tiba-tiba terjadi pada masa pubertas, dan remaja berjuang untuk menjadi mandiri. Banyak konflik terjadi pada masa pubertas, namun sepertinya tidak terkait erat dengan perkembangan psikoseksual pada masa bayi dan kanak-kanak. Pada tahap genital, perhatian seharusnya dialihkan dari masturbasi ke hubungan heteroseksual. Penyimpangan apapun (misalnya, melajang, tidak memiliki anak, homosesual, dan perilaku seksual lainnya) dianggap sebagai kecacatan dan tidak alamiah.

  1. Menurut Erik Erikson

Teori Erik Erikson tentang perkembangan manusia dikenal dengan teori perkembangan psiko-sosial. Teori perkembangan psikososial ini adalah salah satu teori kepribadian terbaik dalam psikologi. Seperti Sigmund Freud, Erikson percaya bahwa kepribadian berkembang dalam beberapa tingkatan. Salah satu elemen penting dari teori tingkatan psikososial Erikson adalah perkembangan persamaan ego. Persamaan ego adalah perasaan sadar yang kita kembangkan melalui interaksi sosial. Menurut Erikson, perkembangan ego selalu berubah berdasarkan pengalaman dan informasi baru yang kita dapatkan dalam berinteraksi dengan orang lain. Erikson juga percaya bahwa kemampuan memotivasi sikap dan perbuatan dapat membantu perkembangan menjadi positif, inilah alasan mengapa teori Erikson disebut sebagai teori perkembangan psikososial.

Ericson memaparkan teorinya melalui konsep polaritas yang bertingkat/bertahapan. Ada 8 (delapan) tingkatan perkembangan yang akan dilalui oleh manusia. Menariknya bahwa tingkatan ini bukanlah sebuah gradualitas. Manusia dapat naik ketingkat berikutnya walau ia tidak tuntas pada tingkat sebelumnya. Setiap tingkatan dalam teori Erikson berhubungan dengan kemampuan dalam bidang kehidupan. Jika tingkatannya tertangani dengan baik, orang itu akan merasa pandai. Jika tingkatan itu tidak tertangani dengan baik, orang itu akan tampil dengan perasaan tidak selaras.

sumber :

http://dewi_marisa12u.staff.ipb.ac.id/2020/06/06/review-kinemaster-pro/