Tahun Depan, Pelatihan Kurikulum 2013 Dilakukan Berbasis Zonasi

Tahun Depan, Pelatihan Kurikulum 2013 Dilakukan Berbasis Zonasi

Tahun Depan, Pelatihan Kurikulum 2013 Dilakukan Berbasis Zonasi

Tahun Depan, Pelatihan Kurikulum 2013 Dilakukan Berbasis Zonasi
Tahun Depan, Pelatihan Kurikulum 2013 Dilakukan Berbasis Zonasi

Pelatihan guru untuk pemahaman Kurikulum 2013 akan dilakukan dengan berbasis sistem

zonasi pada 2019. Fokusnya, pada pengembangan kapasitas pembelajaran di kelas.

Pelatihan sebelumnya dinilai belum seefektif target pemerintah. Metode pelatihan umumnya masih terpusat, yaitu dilakukan di Jakarta atau ibu kota provinsi dan mengundang perwakilan guru dari daerah.

“Kapasitas pembelajaran  terpusat pada empat kompetensi di abad ke-21 yaitu berpikir kritis dan mampu mencari jalan keluar permasalahan, inovasi dan kreativitas, komunikasi yang baik, serta kemampuan berjejaring dan berkomunikasi,” kata Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kementrian Pendidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Supriano seperti yang dikutip di Kompas, Jumat 14 September 2018.

Dalam pelatihan berbasis sistem zonasi, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP),

Kelompok Kerja Guru (KKG), dan Majelis Kepala Sekolah menjadi ujung tombak. Mereka bertugas merancang pelatihan berdasarkan permasalahan nyata yang terjadi di zona mereka.

Berdasarkan data Kemendikbud, saat ini ada 1.985 zona sekolah. Supriano mengatakan ada kemungkinan menambah zonasi untuk memastikan setiap anak bisa mendapatsekolah dan pemerataan mutu guru berkesinambungan.

Supriano mengatakan inti dari Kurikulum 2013 adalah keaktifan siswa dalam belajar.

Dari segi materi akademik serupa dengan kurikulum sebelumnya. Akan tetapi, guru yang dulu dianggap sebagai pusat pengetahuan kini bertindak sebagai fasilitator yang harus mengembangkan kreativitas siswa.***

 

Baca Juga :