TUMBUHAN – PERKEMBANGAN SISTEM KLASIFIKASI

TUMBUHAN – PERKEMBANGAN SISTEM KLASIFIKASI

TUMBUHAN - PERKEMBANGAN SISTEM KLASIFIKASI

Periode tertua 

Periode ini berlangsung dari awal sejak ada kegiatan taksonomi sampai abad ke-4 SM. Pada periode ini belum dikenal adanya sistem klasifikasi yang diakui secara formal. Orang-orang pada saat itu mengklasifikasikan tumbuhan berdasarkan atas manfaatnya, sehingga periode ini dinamakan dengan periode sistem manfaat.
Periode sistem habitus ( abad ke-4 SM sampai abad ke-17 SM) 
Pada periode ini, pengklasifikasian didasarkan atas perawakan ( habitus), yang golongan utamanya disebut dengan nama pohon, perdu, semak, tumbuhan memanjat, dan terna. Theophrastes sebagai bapak Ilmu Tumbuhan juga mengelompokkan tumbuhan menurut umur yaitu: tumbuhan berumah pendek (anual), tumbuhan berumur 2 tahun (biennial), serta tumbuhan berumur panjang (perenial). Selain Theophrastes, adapula beberapa tokoh yang berperan besar dalam perkembangan taksonomi, antara lain :
  • Dioscroides, menyatakan pentingnya pemberian deskripsi pada setiap tumbuhan disamping pemberian namanya.
  • Linius, membedakan pohon ± pohonan, bangsa gandum, sayuran, tanaman obat, rerumputan, dsb.
  • A . Magnus, berhasil membedakan tumbuhan monokotil dan dikotil atas dasar sifat-sifat batangnya.
  •  J. Ray, telah membedakan tumbuhan berkayu, tumbuhan berbatang basah, dan membedakan antara tumbuhan biji tunggal dan tumbuhan biji yang berbelah.
Periode sistem Numerik (permulaan abad ke-18) 
Pada periode ini, sistem klasifikasi tumbuhan ditandai dengan sifat sistem yang murni artificial. Klasifikasi ini sengaja dirancang untuk membatu dalam identifikasi tumbuhan. Klasifikasi didasarkan pada jumlah dari suatu organ atau bagian tumbuhan. Carolus Linnaeus adalah tokoh yang paling terkenal pada periode ini. Linnaeus mengklasifikasikan tumbuhan berdasarkan kesamaan jumlah alat-alat kelamin.
Periode sistem klasifikasi yang didasarkan atas kesamaan bentuk atau sistem alam (A bad ke-18 sampai abad ke-19)
Sistem klasifikasi tumbuhan pada periode ini dinamakan sistem alam. Tokoh yang terkenal pada nasa ini adalah J.B de Lamarck. Lamarck berhasil membuat kunci untuk pengidentifikasian tumbuh-tumbuhan dan merupakan perintis lahirnya teori evolusi. De Jussieu membagi tumbuhan berdasarkan ada tidaknya kotiledon menjadi Acotyledoneae, Monocolyledoneae, dan Dicotyledoneae.