Walkot Bandung Sebut Siswa Jarang Main Gadget Usai 2 Bulan Rawat Ayam

Walkot Bandung Sebut Siswa Jarang Main Gadget Usai 2 Bulan Rawat Ayam

Walkot Bandung Sebut Siswa Jarang Main Gadget Usai 2 Bulan Rawat Ayam

Walkot Bandung Sebut Siswa Jarang Main Gadget Usai 2 Bulan Rawat Ayam
Walkot Bandung Sebut Siswa Jarang Main Gadget Usai 2 Bulan Rawat Ayam

Dua bulan setelah membagikan ribuan anak ayam kepada siswa sekolah di Bandung

, Wali Kota Bandung Oded M Danial melakukan monitoring ke SMPN 54 untuk melihat perkembangan anak ayam yang dirawat di sana. Ukuran anak ayam terlihat sudah membesar.

Setelah monitoring, Oded menuturkan, hasil yang dicapai cukup menggembirakan.

Sebab, murid-murid kerap melakukan inovasi dalam pemeliharaan seperti dalam pembuatan kandang.
“Luar biasa. Anak-anak setelah mengurus anak ayam ini muncul ada inovasinya seperti membuat kandang bagaimana,” kata dia pada Jumat (31/1).
Selain itu, Oded mengatakan, murid-murid yang dimintai keterangan mengaku sedikit mengabaikan ponsel sejak mengurusi anak ayam. Kalaupun ada murid yang masih fokus kepada ponsel, mereka memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif seperti membuat konten video.
Wali Kota Bandung Oded M. Danial monitoring ke SMPN 54
Wali Kota Bandung Oded M. Danial saat melakukan monitoring ke SMPN 54 untuk melihat perkembangan anak ayam yang dirawat murid. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
“Mereka juga ternyata punya karakter jadi lembut dan cinta kepada anak ayam. Dan juga tadi disampaikan testimoni anak-anak ternyata mengaku bahwa memang setelah mengurusi anak ayam ini ternyata mereka juga agak lupa pada gadget,” ucap dia.

Namun, Oded mengaku belum mengetahui rencana selanjutnya setelah anak ayam

yang dipelihara murid ukurannya membesar. Sebagian besar murid mengaku tidak rela apabila anak ayam yang telah dipelihara sejak kecil tersebut dijual.
Wali Kota Bandung Oded M. Danial monitoring ke SMPN 54
Wali Kota Bandung Oded M. Danial saat melakukan monitoring ke SMPN 54 untuk melihat perkembangan anak ayam yang dirawat murid. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
“Mang Oded masih mikir euy, soalnya tadi ditanya ada yang lebar (kasihan),” ucap dia.
“Tadi ditanya ada yang lebar dan sayang, mungkin wajar karena sudah diurus dari kecil sehingga sudah besar menjadi sayang. Nah, saya lagi mikir mau dikemanakan, terserah mereka saja,” lanjut dia.
Sebelumnya, Kepala Sekolah SMPN 54 Bandung Ike Fiesta Renny Hapsari menuturkan, anak ayam di sekolahnya dibagikan kepada sekitar 237 murid yang duduk di kelas 7 dan 8. Lalu, dalam memelihara mereka dibagi ke dalam kelompok yang terdiri dari lima orang.
Sejauh ini, menurut Ike, guru pembimbing telah memonitor untuk mengetahui proses pemeliharaan ayam oleh muridnya. Hasilnya, sebagian besar murid mengaku tak kesulitan dalam memelihara sementara sebagian lain mengaku anak ayamnya sudah mati. Meski demikian, anak ayam pengganti telah diberi melalui Dispangtan Bandung.

 

Baca Juga :