Waspada! Kasus TB Resisten Obat Semakin Marak

Waspada! Kasus TB Resisten Obat Semakin Marak

Waspada! Kasus TB Resisten Obat Semakin Marak

Waspada! Kasus TB Resisten Obat Semakin Marak
Waspada! Kasus TB Resisten Obat Semakin Marak

Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri akan penyakit tuberculosis (TB) diklaim

menjadi penyebab meningkatnya jumlah penderita TB di Jatim.

Berdasarkan data Menteri Kesehatan, kasus TB di Jatim yang terdeteksi dibandingkan jumlah kasus nasional meningkat dari 40 persen di tahun 2016, menjadi 46 persen di tahun 2017 dan 49 persen di tahun 2018.

Dr Soedarsono SpP (k), spesialis paru-paru yang mengatasi masalah infeksi mengungkapkan temuan penyakit TB yang menjadi sorotan yaitu TB yang resisten dengan obat.

TB resisten ini, lanjutnya, saat ini jumlahnya meningkat, pengobatannya lebih lama juga.

Obatnya berbeda dengan TB yang biasa, karena obatnya bersifat lebih toxic dan jangka waktunya lebih lama.

“Efek sampingnya lebih banyak, dan membuat pasien lebih mudah menyerah,”urainya dalam Symposium Indonesian Tuberculosis Internasional Meeting (INA-Time) 2019 di Bumi Surabaya City Resort, Sabtu (6/4/2019).

Pasien TB resisten juga lebih ketat pengobatannya karena harus diminum di bawah pengawasan

petugas kesehatan. Hal ini menjadikan pasien yang juga bekerja atau sedang studi agak berkonflik. Karena mereka tidak bisa menyesuaikan jadwal kerja atau studinya.

“Melalui simposium ini memaparkan beragam temuan peneliti terkait TB. Diharapkan semua bisa mengerti problem TB di Indonesia cukup berat. Tetapi ada langkah yang menjanjikan agar pasien mau berobat dan diobati hingga tuntas,” jelasnya.

Simposium ini juga memicu komitmen pemberi pelayanan kesehatan. Termasuk temuan TB pada anak yang sudah resisten. Karena penelitian pengobatan TB yang efektif di luar negeri belum tentu bisa diterapkan di Indonesia karena pasokan obat yang berbeda

 

Sumber :

https://write.as/mbxkqf3kxszduekk.md