Ziarah Kubur Rasulullah

Ziarah Kubur Rasulullah

Ziarah Kubur Rasulullah
Ziarah Kubur Rasulullah

Ziarah Kubur

Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam Tidak Termasuk Amalan Haji dan Umroh:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Asy-Syaikhul ‘Allaamah Ibnu Baz rahimahullah berkata,

“Ziarah kubur Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bukan kewajiban ataupun syarat dalam ibadah haji seperti yang disangka oleh sebagian orang awam dan yang semisal dengan mereka, akan tetapi ziarah ke kubur Nabi shallallahu’alaihi wa sallam itu DISUNNAHKAN BAGI ORANG YANG MENDATANGI MASJID BELIAU SHALLALLAHU’ALAIHI WA SALLAM ATAU SUDAH DEKAT DENGANNYA.

Adapun orang yang jauh dari kota Madinah, maka tidak disyari’atkan baginya untuk bersusah payah melakukan perjalanan dengan maksud berziarah kubur, tetapi disunnahkan baginya melakukan itu dengan maksud mengunjungi masjid Nabawi, jika dia telah sampai di masjid Nabawi barulah disunnahkan baginya berziarah ke kuburan beliau dan dua sahabatnya (Abu Bakar dan Umar radhiyallahu’anhuma), maka ketika itu ziarah ke kuburan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam masuk dalam ziarah ke masjid beliau. Dan dilarangnya bersusah payah melakukan perjalanan untuk ziarah ke kuburan beliau karena adanya sebuah hadits dalam As-Shahihain, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِى هَذَا وَمَسْجِدِ الأَقْصَى

“Tidak boleh bersusah payah melakukan perjalanan (ibadah secara khusus) kecuali ke tiga masjid; masjidil Haram, masjid Nabawi dan masjid Al-Aqsho” [HR. Al-Bukhari dalam Kitab Haji, Bab Hajinya Wanita, no. 1864 dan Muslim dalam Bab Larangan Bersusah Payah Melakukan Perjalanan (Ibadah) Kecuali ke Tiga Masjid, no. 1397].”

[Lihat Kitab At-Tahqiq wal Idhah li Katsirin min Masaailil Haj wal ‘Umroh, Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah, dengan tahqiq Syaikh Dr. Shalih bin Muqbil Al-‘Ushaimi hafizhahullah, hal. 250-252]

Baca Juga: